Manajemen Kesatria Bengawan Solo sebut ada miskomunikasi soal administrasi pemain asing
Manajemen Kesatria Bengawan Solo Sebut Ada Miskomunikasi Soal Administrasi Pemain Asing
Solo, Jawa Tengah – Manajemen Kesatria Bengawan Solo (KBS) menyampaikan permintaan maaf kepada suporter atas ketidakhadiran pemain asingnya pada pertandingan pembuka IBL Gopay 2026 melawan RANS Simba Bogor di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu (10/1). Klub yang juga dikenal sebagai Sang Kesatria ini menyebut kegagalan penampilan pemain asing tersebut disebabkan oleh miskomunikasi terkait administrasi.
Pembukaan musim IBL Gopay 2026 dipenuhi kegembiraan dan antusiasme para penggemar. Termasuk di Solo, dimana ribuan suporter KBS memadati GOR Sritex Arena untuk menyaksikan pertandingan klub kesayangan mereka. Sayangnya, kebahagiaan melonjak menjadi kekecewaan ketika plexiglassGOR Sritex Arena mengalami kerusakan dan laga terpaksa dihentikan.
Presiden Klub KBS, Yakup Putra Hasibuan, melalui keterangan tertulis yang diterima Minggu, menyatakan, “Kami memohon maaf atas kekecewaan yang dirasakan karena ketidakhadiran pemain asing pada laga pembuka IBL Gopay 2026.”
“Kegagalan tersebut akibat miskomunikasi dalam proses administrasi pemain asing yang mengakibatkan proses perizinan dan visa terhambat. Kami menyadari hal ini berdampak pada penampilan tim dan pengalaman menonton para suporter kesayang kami,” tambahnya.
Yakup Putra Hasibuan menegaskan komitmen KBS untuk memperbaiki kendala administrasi yang terjadi. Ia menyampaikan harapan agar miskomunikasi ini tidak terulang kembali di masa mendatang. “Kami sedang melakukan langkah-langkah untuk memperbaiki sistem administrasi dan memastikan kelancaran proses perizinan bagi para pemain asing.”
Manajemen KBS juga menyampaikan apresiasi kepada suporter yang tetap setia dan memberikan dukungan penuh untuk tim, meskipun dengan kondisi yang tidak ideal.
Dengan adanya permintaan maaf resmi dari manajemen, diharapkan suporter KBS dapat memaafkan dan bersikap bijaksana.
Ketidakhadiran pemain asing pada laga pembuka memang bukan kabar yang menyenangkan bagi para penggemar. Namun, hal ini menjadi pelajaran penting bagi Kesatria Bengawan Solo untuk lebih teliti dan komunikatif dalam mengelola administrasi pemain dalam masa mendatang.