JogjaJateng .com

Mengawal lumbung padi: Membela nilai tambah beras Jawa Tengah

September 29, 2026 • Jogja jateng
Mengawal lumbung padi: Membela nilai tambah beras Jawa Tengah

Oleh: Hendra ZajuliDi atas kertas neraca pangan, Jawa Tengah adalah raksasa. Hamparan sawah dari Grobogan, Sragen, Demak, hingga pesisir Cilacap konsisten memompa produksi gabah kering giling (GKG) di kisaran 9 juta ton per tahun—menciptakan surplus beras lebih dari 2 juta ton.Namun di pasar tradisional dan meja makan perkotaan, cerita lama selalu terulang. Harga beras eceran kerap bergerak liar, menyulut inflasi bulanan di tengah kabar panen raya.Akar soalnya bukan lagi …

Oleh: Hendra ZajuliDi atas kertas neraca pangan, Jawa Tengah adalah raksasa. Hamparan sawah dari Grobogan, Sragen, Demak, hingga pesisir Cilacap konsisten memompa produksi gabah kering giling (GKG) di kisaran 9 juta ton per tahun—menciptakan surplus beras lebih dari 2 juta ton.Namun di pasar tradisional dan meja makan perkotaan, cerita lama selalu terulang. Harga beras eceran kerap bergerak liar, menyulut inflasi bulanan di tengah kabar panen raya.Akar soalnya bukan lagi … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Oleh: Hendra ZajuliDi atas kertas neraca pangan, Jawa Tengah adalah raksasa. Hamparan sawah dari Grobogan, Sragen, Demak, hingga pesisir Cilacap konsisten memompa produksi gabah kering giling (GKG) di kisaran 9 juta ton per tahun—menciptakan surplus beras lebih dari 2 juta ton.Namun di pasar tradisional dan meja makan perkotaan, cerita lama selalu terulang. Harga beras eceran kerap bergerak liar, menyulut inflasi bulanan di tengah kabar panen raya.Akar soalnya bukan lagi … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Oleh: Hendra ZajuliDi atas kertas neraca pangan, Jawa Tengah adalah raksasa. Hamparan sawah dari Grobogan, Sragen, Demak, hingga pesisir Cilacap konsisten memompa produksi gabah kering giling (GKG) di kisaran 9 juta ton per tahun—menciptakan surplus beras lebih dari 2 juta ton.Namun di pasar tradisional dan meja makan perkotaan, cerita lama selalu terulang. Harga beras eceran kerap bergerak liar, menyulut inflasi bulanan di tengah kabar panen raya.Akar soalnya bukan lagi … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Oleh: Hendra ZajuliDi atas kertas neraca pangan, Jawa Tengah adalah raksasa. Hamparan sawah dari Grobogan, Sragen, Demak, hingga pesisir Cilacap konsisten memompa produksi gabah kering giling (GKG) di kisaran 9 juta ton per tahun—menciptakan surplus beras lebih dari 2 juta ton.Namun di pasar tradisional dan meja makan perkotaan, cerita lama selalu terulang. Harga beras eceran kerap bergerak liar, menyulut inflasi bulanan di tengah kabar panen raya.Akar soalnya bukan lagi … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Oleh: Hendra ZajuliDi atas kertas neraca pangan, Jawa Tengah adalah raksasa. Hamparan sawah dari Grobogan, Sragen, Demak, hingga pesisir Cilacap konsisten memompa produksi gabah kering giling (GKG) di kisaran 9 juta ton per tahun—menciptakan surplus beras lebih dari 2 juta ton.Namun di pasar tradisional dan meja makan perkotaan, cerita lama selalu terulang. Harga beras eceran kerap bergerak liar, menyulut inflasi bulanan di tengah kabar panen raya.Akar soalnya bukan lagi … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Oleh: Hendra ZajuliDi atas kertas neraca pangan, Jawa Tengah adalah raksasa. Hamparan sawah dari Grobogan, Sragen, Demak, hingga pesisir Cilacap konsisten memompa produksi gabah kering giling (GKG) di kisaran 9 juta ton per tahun—menciptakan surplus beras lebih dari 2 juta ton.Namun di pasar tradisional dan meja makan perkotaan, cerita lama selalu terulang. Harga beras eceran kerap bergerak liar, menyulut inflasi bulanan di tengah kabar panen raya.Akar soalnya bukan lagi … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.

Redaksi akan mengikuti perkembangan berita ini.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us