Pemkab Jepara buka jalur alternatif cegah warga Tempur terisolasi longsor
Pemkab Jepara Buka Jalur Alternatif Cegah Warga Tempur Terisolasi Longsor
Jepara, (24/09/2023) – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terdampak bencana tanah longsor di beberapa titik, yang mengakibatkan akses jalan utama Desa Tempur, Kecamatan Keling terputus. Atas kejadian ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara berupaya membuka jalur alternatif untuk mencegah warga terisolasi.
Camat Keling, Lulut Andi Andriyanto, menjelaskan bahwa kerusakan jalan utama Desa Tempur akibat longsor terjadi di beberapa titik. Kondisi ini menyebabkan akses kendaraan masuk dan keluar desa terhambat. “Saat ini, pemerintah bersama sejumlah pihak sedang melakukan asesmen untuk membuka jalur alternatif melalui Medono-Kadalan yang tidak melewati titik-titik longsor,” ujar Andriyanto di Jepara, Minggu (24/09/2023).
Pembukaan jalur alternatif ini menjadi solusi sementara untuk memastikan kelancaran akses bagi warga Desa Tempur. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara dan stakeholder terkait untuk penanganan dampak longsor secara menyeluruh.
Andriyanto menambahkan bahwa pihaknya juga telah melakukan komunikasi intens dengan masyarakat Desa Tempur untuk mengantisipasi situasi darurat. “Kami menghimbau warga untuk selalu vigilant, bersiap waspada dan menjaga keselamatan diri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Andriyanto mengungkapkan bahwa longsor tersebut juga menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga yang berada di sekitar titik hembusan longsor. “Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang, kami sudah mengidentifikasi rumah-rumah tersebut dan siap memberikan bantuan serta pendampingan kepada warga yang terdampak,” ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan dalam jangka panjang, Pemkab Jepara juga akan melakukan kajian dan pembenahan infrastruktur di wilayah rawan bencana. “Kami akan meninjau dan melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan infrastruktur penahan longsor di wilayah ini,” ujar Andriyanto.
Selain itu, Pemkab Jepara juga menaruh perhatian pada edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya longsor dan langkah-langkah mitigasi bencana. “Penting bagi masyarakat untuk memahami risiko bencana dan bagaimana langkah pencegahan yang tepat agar terhindar dari dampaknya,” tambahnya.
Dampak dari bencana tanah longsor ini, membuat warga Desa Tempur terbatas dalam aktivitasnya. Pergerakan dan akses barang-barang semakin terhalang.
Kerjasama lintas sektoral dianggap penting bagi Pemkab Jepara untuk menghadapi dampak bencana tanah longsor ini secara efektif. Pembukaan jalur alternatif menjadi langkah awal untuk memelihara keterhubungan warga dan Pemkab Jepara berharap dapat segera menyelesaikan permasalahan ini dan memulihkan kondisi wilayah terdampak.