JogjaJateng .com

Pemkot Pekalongan berlakukan penyesuaian sistem belajar karena terdampak banjir

January 20, 2026 • Jogja jateng
Pemkot Pekalongan berlakukan penyesuaian sistem belajar karena terdampak banjir

Pemkot Pekalongan Berlakukan Penyesuaian Sistem Belajar Karena Terdampak Banjir

Pekalongan, Jawa Tengah: Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengambil langkah proaktif dalam merespons dampak banjir yang menggenangi wilayahnya. Sebagai salah satu prrihatian utama, sistem pembelajaran di sekolah-sekolah di Kota Pekalongan mengalami penyesuaian.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekalongan, Mabruri, membenarkan adanya penyesuaian ini di hadapan awak media di Pekalongan, Selasa. Menurutnya, kebijakan pembelajaran fleksibel dan situasional diimplementasikan sebagai upaya melindungi siswa dan proses belajar mengajar di tengah kondisi banjir yang melanda. “Sekolah-sekolah terdampak banjir diperbolehkan meliburkan peserta didik dengan tetap memberikan materi pembelajaran melalui berbagai platform daring,” jelas Mabruri.

Sekolah-sekolah yang terdampak banjir tidak hanya diizinkan untuk libur, namun juga diminta untuk tetap aktif berkomunikasi dengan orang tua murid terkait kondisi terkini dan proses pembelajaran. Disdik Kota Pekalongan juga mewaspada dengan kondisi di lapangan.

Mabruri menjelaskan bahwa pihaknya mencatat beberapa sekolah yang terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan mengubur kategori pembelajaran situasional. Hal ini dilakukan sebagai salah satu alternatif jika muncul kendala akses transportasi dan ketersediaan sarana prasarana yang memadai bagi siswa.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa hal yang terpenting adalah keselamatan dan kesehatan siswa di atas segalanya. “Kami memohon kepada seluruh keluarga besar pendidikan di Kota Pekalongan untuk saling mendukung dan memahami kondisi ini. Keputusan penyesuaian sistem pembelajaran ini diambil demi kebaikan bersama,” ujar Mabruri.

Pemkot Pekalongan juga mencatat beberapa langkah konkret untuk membantu siswa dan sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Pertama, pihak Pemkot menyediakan bantuan logistik bagi siswa yang membutuhkan. Kedua, pihaknya juga membuka akses tempat belajar alternatif bagi siswa yang terpaksa direlokasi.

“Kami berupaya untuk meminimalisir gangguan terhadap proses belajar mengajar di tengah situasi banjir ini,” ungkap Mabruri. Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus bergotong royong dalam menghadapi dampak banjir.

Situasi di Kota Pekalongan terus berubah seiring dengan dinamika pasca banjir. Pemkot bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memulihkan aktivitas kehidupan normal, termasuk sistem pendidikan di Kota Pekalongan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us