Pemprov Jateng sediakan layanan pemulihan psikologis bagi penyintas bencana
Pemprov Jateng Sediakan Layanan Pemulihan Psikologis bagi Penyintas Bencana
Pemalang, Jawa Tengah – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berkomitmen untuk menyediakan layanan pemulihan psikologis dan emosional (trauma healing) bagi para penyintas bencana alam di wilayahnya. Layanan ini merupakan bagian penting dalam proses pemulihan pasca-bencana demi membantu masyarakat memulihkan diri dari trauma dan luka emosional.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan hal ini saat kunjungannya ke Kabupaten Pemalang yang masih menderrita dampak dari bencana banjir beberapa waktu lalu. Beliau menegaskan bahwa layanan psikososial dan trauma healing bukanlah sekadar dukungan semata, tapi kebutuhan mendesak bagi para penyintas.
“Layanan psikososial dan trauma healing merupakan bagian tak terpisahkan dari layanan yang diberikan kepada pengungsi. Bukankah mereka telah mengalami peristiwa traumatis, kehilangan rumah, barang-barang berharga, bahkan anggota keluarga,” ujar Gubernur Luthfi.
Tidak hanya itu, Gubernur Luthfi juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh instansi government di Jawa Tengah yang memiliki layanan psikososial dan trauma healing. Hal ini bertujuan untuk memastikan aksesibilitas layanan terhadap semua korban bencana di seluruh wilayah.
“Kita akan menghimpun semua tenaga ahli dan profesional dari berbagai instansi, baik dari Dinas Kesehatan, Dinsos, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun lembaga swadaya masyarakat yang memiliki keahlian di bidangnya,” tambahnya.
Layanan pemulihan psikologis ini diharapkan dapat membantu para penyintas bencana untuk mengatasi berbagai dampak yang ditimbulkan oleh bencana, seperti kecemasan, stres post-traumatic, depresi, dan kesulitan beradaptasi.
Ada beberapa bentuk layanan yang akan disediakan, Jogjajateng.com lain:
Konsultasi psikologi: Menyediakan ruang aman bagi penyintas untuk berbagi pengalaman dan perasaan mereka kepada profesional.
terapi kelompok: Memberikan kesempatan bagi penyintas untuk berinteraksi dan saling mendukung dengan individu lain yang mengalami pengalaman serupa.
Pendidikan kesehatan mental: Mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental, serta cara menjaga dan meningkatkannya.
Pengembangan strategi koping: Memberikan pelatihan dan keterampilan bagi penyintas untuk menghadapi stres dan mengatasi trauma.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyadari bahwa proses pemulihan pasca-bencana tidak hanya meliputi aspek fisik dan material, tapi juga aspek psikis dan emosional. Oleh karena itu, layanan pemulihan psikologis ini menjadi bagian integral dalam upaya pemulihan menyeluruh bagi para korban bencana.
Keberadaan layanan ini diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi para penyintas bencana agar mereka dapat bangkit kembali dan menjalani kehidupan normal.