Penjas UMS Berbudaya: tradisi sebagai ruang kebersamaan dari permainan rakyat, lahirkan karakter bangsa
Penjas UMS Berbudaya: Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa
Surakarta, (15/1) — Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Tradisi sebagai Ruang Kebersamaan dari Permainan Rakyat, Lahirkan Karakter Bangsa”. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium UMS dan diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kamis (15/1).
Kuliah umum ini merupakan salah satu upaya strategis prodi dalam mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan nilai-nilai kearifan lokal bangsa. Pemahaman tentang permainan rakyat yang sarat dengan nilai budaya dan karakter bangsa diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani dalam membangun karakter diri dan peserta didik di masa depan.
Dosen Pembina Prodi Pendidikan Jasmani UMS, Dr. Akhmad Fauzi, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan di era globalisasi yang semakin menipiskan nilai-nilai budaya lokal. “Gebrakan ini menjadi momentum bagi kita untuk kembali menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap kekayaan budaya bangsa, khususnya melalui permainan tradisional,” ujarnya.
Selain itu, Dr. Akhmad Fauzi menekankan bahwa permainan rakyat bukan hanya sekadar aktivitas rekreasi, akan tetapi mengandung nilai-nilai luhur seperti kerjasama, sportifitas, dan kepedulian terhadap sesama.
Kuliah umum ini memberikan materi yang mendalam tentang sejarah dan makna dari berbagai jenis permainan rakyat Indonesia. Dosen mendalam juga memaparkan filosofi di balik setiap permainan tradisional, bagaimana permainan tersebut bisa melatih karakter dan membangun kebersamaan antar pemain.
“Salah satu contohnya adalah permainan congklak. Selain seru, permainan ini melatih kemampuan strategi, analisa, dan sportivitas. Dalam permainan ini, kita belajar untuk menerima kemenangan dan kekalahan dengan lapang dada,” jelas salah satu narasumber yang juga pemerhati permainan tradisional Indonesia, Bapak Bagas Budiati.
Bagas menambahkan, permainan tradisional tidak hanya diimplementasikan dalam pembelajaran formal di sekolah, tetapi juga bisa menjadi ajang edukasi bagi kehidupan sehari-hari. “Melalui permainan tradisional, kita bisa menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal dalam lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Selain kuliah umum, prodi Pendidikan Jasmani UMS juga memiliki rencana untuk menyelenggarakan kegiatan workshop mengenai beragam permainan tradisional.
Mahasiswa Pendidikan Jasmani sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kuliah umum. Banyak mahasiswa yang mengungkapkan bahwa acara ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya melestarikan permainan tradisional sebagai bagian integral dari pendidikan karakter bangsa.
“Aku merasa penting belajar tentang permainan tradisional ini. Selain menyenangkan, permainan ini memiliki nilai-nilai luhurnya yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan juga di kelas,” ujar salah satu mahasiswa.
Bagi mahasiswa Pendidikan Jasmani, mata kuliah ini tidak hanya sekadar teori, tetapi juga praktik. Kuliah umum dan rencana workshop berharap dapat menumbuhkan rasa senang mahasiswa dalam belajar budaya melalui permainan serta mampu mengaplikasikannya secara praktis di kemudian hari dalam dunia pendidikan.
Harapannya, dengan lebih meriah dan mudah diakses pula, permainan tradisional diharapkan bisa menjadi media pendidikan yang efektif untuk membangun karakter bangsa di masa depan.