Petugas kesehatan di Kabupaten Pati periksa korban banjir dengan perahu
Petugas Kesehatan di Kabupaten Pati Periksa Korban Banjir dengan Perahu
Pati, Jawa Tengah – Banjir yang melanda Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sejak 9 Januari 2023 memaksa warga di beberapa desa untuk bertahan di rumah masing-masing. Akses jalan terputus akibat genangan air yang menurut data terbaru masih mencapai 1,5 meter. Di tengah kondisi ini, petugas kesehatan dari Puskesmas Jakenan bekerja keras untuk memastikan kesehatan warga terdampak banjir tetap terjaga.
Para petugas kesehatan melakukan pemeriksaan rumah tangga dengan menaiki perahu. Mereka menelusuri setiap sudut desa yang terdampak banjir seperti Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, untuk menjangkau warga yang membutuhkan bantuan medis.
“Kami menyasar warga yang sulit dievakuasi dan terpaksa bertahan di rumah sendiri karena banjir,” jelas Eni, seorang perawat dari Puskesmas Jakenan.
Eni menambahkan, selain memberikan pemeriksaan kesehatan, petugas juga memberikan edukasi kepada warga terkait kebersihan dan pencegahan penyakit akibat banjir. “Kami mengingatkan warga untuk menjaga sanitasi tubuh dan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan penyakit,” ungkap Eni.
Sistem pemeriksaan dengan perahu ini terstruktur. Petugas kesehatan bergantian melakukan ronda setiap hari untuk memastikan kesehatan warga terjaga. “Kami bekerja sama dengan relawan di lapangan untuk mendapatkan informasi warga yang membutuhkan pertolongan,” ujar kepala Puskesmas Jakenan, dr. Riza.
Dr. Riza mengakui bahwa kegiatan ini memang cukup menantang. “Mungkin saja aksesnya sulit dan kondisi di lapangan tidak selalu kondusif. Tapi kami tetap berkomitmen untuk melayani warga yang membutuhkan,” katanya.
Warga yang terdampak banjir seperti Ani, seorang ibu rumah tangga di Desa Karangrowo, merasa sangat terbantu dengan kehadiran petugas kesehatan. “Kami tidak bisa keluar rumah karena air masih tinggi. Terima kasih kepada petugas kesehatan yang datang membantu kami walaupun harus menggunakan perahu,” ucap Ani.
Ia menambahkan, selain pemberian obat-obatan, petugas kesehatan juga memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh dan lingkungan saat berada di tengah banjir.
Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, hingga saat ini tidak ada kasus yang signifikan terkait kesehatan akibat banjir di Kabupaten Pati.
“Kami terus memantau perkembangan dan siap siaga 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terdampak bencana banjir,” pungkas dr. Riza.
Kesiapan petugas kesehatan Puskesmas Pati untuk mengakses warga terdampak banjir dengan perahu menunjukkan dedikasi dan tekad mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kunjungan rutin ke desa terisolasi menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan tetap terus berjalan meskipun di tengah kondisi bencana.