Pondok Shabran UMS siapkan kader ulama berwawasan internasional melalui Shabran English Course
Pondok Shabran UMS Siapkan Kader Ulama Berwawasan Internasional melalui Shabran English Course
Surakarta – Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tengah menggencarkan persiapan untuk melahirkan generasi ulama yang berwawasan internasional. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyelenggarakan Shabran English Course (SEC) selama sepuluh hari, Senin-Rabu (19-28/1).
Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Inggris mahasantri Pondok Shabran.
Muhaimin, selaku ketua panitia SEC menjabarkan program ini diarahkan untuk membekali mahasantri dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris. Fokusnya meliputi penguasaan kosakata, tata bahasa, keterampilan berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis.
“Harapan kami, melalui SEC ini mahasantri dapat berkomunikasi dengan mudah dalam bahasa Inggris, sehingga dapat memperluas wawasan dan memahami perkembangan dunia Islam secara global,” ujar Muhaimin.
SEC dirancang dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Berbagai kegiatan seperti simulasi percakapan, role-playing, presentasi, dan diskusi kelompok dilakukan untuk membantu mahasantri mengasah kemampuan berbahasa Inggris secara praktis.
Tak hanya itu, SEC juga menghadirkan para pengajar profesional yang ahli dalam bahasa Inggris. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan bimbingan dan inspirasi bagi mahasantri dalam proses pembelajaran.
“Pembelajaran yang terstruktur dan pengajar yang kompeten menjadi kunci keberhasilan SEC dalam memaksimalkan kemampuan berbahasa Inggris mahasantri,” lanjut Muhaimin.
Pemilihan tema “Bridging the Global Ummah Vision” di program SEC menunjukkan komitmen Pondok Shabran dalam mencetak kader ulama yang memiliki pemahaman mendalam tentang Islam, bersama-sama membangun kerukunan umat beragama, dan berkontribusi dalam penyelesaian isu global.
Mahasiswi Pondok Shabran, Aisyah, mengaku antusias mengikuti program ini. Ia merasa SEC memberikan kesempatan berharga untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya yang hingga kini masih terbatas.
“Program ini sangat bermanfaat, karena dengan penguasaan bahasa Inggris yang baik nanti saya bisa mempelajari berbagai literatur Islam terbaru dan berinteraksi dengan ulama dari berbagai belahan dunia,” ujar Aisyah.
SEC diharapkan dapat menjadi tonggak awal bagi Pondok Shabran dalam mencetak kader-kader ulama yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai. Hal ini tentunya akan memperluas jaringan dan kemampuan mereka dalam berkontribusi dalam forum internasional.