Prof A. Umar tekankan kepemimpinan visioner untuk selamatkan madrasah dari ketertinggalan
Madrasah tidak cukup dikelola sekadar sebagai institusi administratif. Ia harus ditata sebagai organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan berorientasi mutu. Pesan itu ditegaskan Prof. Dr. A. Umar, M.A., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Manajemen Madrasah UIN Walisongo Semarang, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium II Kampus III.Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 10 guru besar baru di lingkungan UIN Walisongo, memperkuat spektrum keilmuan dari tasawuf …
Madrasah tidak cukup dikelola sekadar sebagai institusi administratif. Ia harus ditata sebagai organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan berorientasi mutu. Pesan itu ditegaskan Prof. Dr. A. Umar, M.A., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Manajemen Madrasah UIN Walisongo Semarang, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium II Kampus III.Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 10 guru besar baru di lingkungan UIN Walisongo, memperkuat spektrum keilmuan dari tasawuf … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Madrasah tidak cukup dikelola sekadar sebagai institusi administratif. Ia harus ditata sebagai organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan berorientasi mutu. Pesan itu ditegaskan Prof. Dr. A. Umar, M.A., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Manajemen Madrasah UIN Walisongo Semarang, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium II Kampus III.Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 10 guru besar baru di lingkungan UIN Walisongo, memperkuat spektrum keilmuan dari tasawuf … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Madrasah tidak cukup dikelola sekadar sebagai institusi administratif. Ia harus ditata sebagai organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan berorientasi mutu. Pesan itu ditegaskan Prof. Dr. A. Umar, M.A., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Manajemen Madrasah UIN Walisongo Semarang, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium II Kampus III.Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 10 guru besar baru di lingkungan UIN Walisongo, memperkuat spektrum keilmuan dari tasawuf … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Madrasah tidak cukup dikelola sekadar sebagai institusi administratif. Ia harus ditata sebagai organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan berorientasi mutu. Pesan itu ditegaskan Prof. Dr. A. Umar, M.A., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Manajemen Madrasah UIN Walisongo Semarang, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium II Kampus III.Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 10 guru besar baru di lingkungan UIN Walisongo, memperkuat spektrum keilmuan dari tasawuf … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Madrasah tidak cukup dikelola sekadar sebagai institusi administratif. Ia harus ditata sebagai organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan berorientasi mutu. Pesan itu ditegaskan Prof. Dr. A. Umar, M.A., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Manajemen Madrasah UIN Walisongo Semarang, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium II Kampus III.Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 10 guru besar baru di lingkungan UIN Walisongo, memperkuat spektrum keilmuan dari tasawuf … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Madrasah tidak cukup dikelola sekadar sebagai institusi administratif. Ia harus ditata sebagai organisasi pembelajar yang adaptif, profesional, dan berorientasi mutu. Pesan itu ditegaskan Prof. Dr. A. Umar, M.A., dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar Manajemen Madrasah UIN Walisongo Semarang, Sabtu (14/2/2026), di Auditorium II Kampus III.Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari pengangkatan 10 guru besar baru di lingkungan UIN Walisongo, memperkuat spektrum keilmuan dari tasawuf … Hal ini relevan dalam konteks Jateng.
Redaksi akan mengikuti perkembangan berita ini.