SAR gabungan lanjutkan pencarian 65 korban longsor Cisarua
SAR Gabungan Lanjutkan Pencarian 65 Korban Longsor Cisarua
Cisarua, Bandung Barat – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan terus melakukan pencarian terhadap 65 korban longsor yang masih tertimbun di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (26/1).
Longsor dahsyat yang terjadi pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 16.30 WIB mengakibatkan banyak rumah penduduk runtuh dan tertimbun oleh material longsor. Gempa bumi yang mengguncang wilayah gempa bumi Cianjur beberapa waktu lalu diperkirakan menjadi salah satu faktor yang memperparah kondisi tanah di Cisarua.
Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yudhi Bramantyo di Bandung, Senin, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan sembilan alat berat dan tujuh alat pompa air untuk membantu proses evakuasi. “Jadi, hari ketiga ini kita akan melakukan fokus penggalangan material longsor yang masih cukup tebal di beberapa titik. Kami juga akan melanjutkan pencarian terhadap korban tertimbun,” ujarnya.
Proses evakuasi menjadi semakin sulit karena kondisi akses menuju lokasi longsor yang cukup terjal dan labil. bm кровь Gefahrenanalyse Tim SAR juga menghadapi kesulitan dalam mengeluarkan korban dari reruntuhan karena material longsor yang padat dan besar.
“Situasi di lokasi sangat menantang. Namun, tim SAR terus bekerja keras demi menyelamatkan warga yang hilang,” tambah Yudhi.
Tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian meliputi anggota Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Mereka bekerja secara bergantian dengan memperhatikan keselamatan diri. Evakuasi korban luka-luka juga masih terus dijalankan dan sebagian telah dibawa ke rumah sakit terdekat.
Kampung Pasir Kuning yang merupakan sentra peternakan di kawasan Cisarua, mengalami kerusakan parah akibat longsor. Sejumlah rumah hancur, akses jalan rusak parah, dan aliran listrik distop.
Pemerintah setempat telah mengungsikan warga yang terdampak longsor ke lokasi pengungsian sementara terdekat.
Kesulitan dan Harapan
Bradly Rianto, salah seorang warga yang turut membantu proses evakuasi, mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi. “Akses ke lokasi cukup sulit, dan material longsornya sangat tebal. Selain itu, korban yang hilang juga ada yang kemungkinan tertimbun lebih dalam,” ujarnya.
Meskipun demikian, Bradly tetap optimis bahwa tim SAR dapat menemukan semua korban yang hilang. “Kami terus berdoa dan berharap semua korban dapat ditemukan dengan selamat”.
Proses evakuasi dan pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Cisarua, masih terus berjalan. Solidaritas dan kerja keras seluruh pihak diharapkan dapat membantu meringankan beban warga korban dan pertolongan bagi mereka yang hilang.