Sarasehan Nasional FORDAKOM-APDII perkuat arah keilmuan dakwah PTKI
Sarasehan Nasional FORDAKOM-APDII Perkuat Arah Keilmuan Dakwah PTKI
Semarang, (26/1) – Forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) bekerja sama dengan Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) menyelenggarakan Sarasehan Nasional Keilmuan Dakwah yang dirangkaikan dengan Focus Group Discussion (FGD) pada Minggu-Senin (25-26/1). Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mahima, Kota Semarang, Jawa Tengah ini menjadi forum strategis nasional dalam merumuskan arah pengembangan keilmuan dakwah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Sebagai tuan rumah, UIN Walisongo Semarang menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat berkontribusi dalam kemajuan keilmuan dakwah di Indonesia.
Sarasehan Nasional ini menghadirkan sejumlah tokoh dan praktisi berpengalaman di bidang dakwah, ilmu politik, komunikasi, dan pendidikan. Mereka membahas berbagai isu terkini di sekitarnya, seperti perkembangan metode dakwah di era digital, tantangan dakwah di tengah pluralisme, serta strategi pengembangan karakter dai yang handal dan berintegritas.
“Kegiatan ini sangat strategis karena menyatukan para ahli dan praktisi dakwah dari berbagai PTKI di Indonesia. Melalui diskusi dan sharing ini diharapkan kita bisa menghasilkan solusi dan rekomendasi yang konkrit untuk meningkatkan kualitas keilmuan dakwah,” ujar Ketua Panitia Sarasehan, Dr. Ahmad Fu’ad, M.Si, saat membuka acara.
Fokus pada Perkembangan Dakwah Era Digital
Salah satu poin penting yang dibahas selama sarasehan adalah perkembangan dakwah di era digital. Digitalisasi telah membuka peluang baru bagi dakwah untuk menjangkau khalayak yang lebih luas. Namun, tantangannya juga turut berkembang seiring dengannya.
“Dakwah di era digital perlu disesuaikan dengan metode dan strategi yang efektif. Mendasari pesan dakwah dengan ilmu pengetahuan, memahami karakteristik audiens digital, dan membangun interaksi yang intensif dan autentik menjadi kunci suksesnya,” ungkap Dr. Maftuh, Prof. dr. Nurul Falah, M.Ag., Rektor UIN Walisongo Semarang dalam sambutannya.
Sarasehan juga menyoroti pentingnya pengembangan karakter dai yang handal dan berintegritas di tengah derasnya arus informasi di dunia digital. Dai diharapkan mampu berpikir kritis, bersikap religius, dan memiliki etika yang kuat dalam menyampaikan pesan dakwah.
Rekomendasi untuk Pengembangan Keilmuan Dakwah
Selama simposium, peserta juga terlibat dalam Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas berbagai solusi dan rekomendasi terkait pengembangan keilmuan dakwah di PTKI. Beberapa rekomendasi yang diumusulkan Jogjajateng.com lain:
Peningkatan kurikulum dakwah di PTKI dengan memasukkan modul pengembangan karakter dai, metodologi dakwah era digital, dan kajian isu-isu kontemporer.
Penguatan kerjasama antar PTKI, APDII, dan lembaga terkait dalam hal penelitian, publikasi, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang dakwah.
Meningkatnya peran PTKI dalam menjembatani Jogjajateng.com akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam upaya mengembangkan dakwah yang efektif dan relevant.
Sarasehan Nasional FORDAKOM-APDII ini menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang akan menjadi bahan penting untuk kemajuan keilmuan dakwah di Indonesia. UIN Walisongo Semarang berharap, event ini dapat menjadi momentum untuk memajukan dakwah dan peran PTKI dalam menghadapi tantangan serta dinamika zaman.