Sekda Jateng: Program koperasi merah putih gerakkan ekonomi desa
Sekda Jateng: Program Koperasi Merah Putih Geratkan Ekonomi Desa
Salatiga – Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno menegaskan bahwa program koperasi desa/kelurahan merah putih mampu menjadi instrumen krusial dalam menggerakkan ekonomi desa di wilayah Jawa Tengah. Program ini, menurutnya, telah terbukti efektif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di akar rumput.
“Koperasi desa merah putih menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun dari bawah, menyelesaikan masalah mulai dari akar rumput,” tegas Sumarno saat acara sharing session di Kampus Universitas Kristen Setya Wacana (UKSW) Salatiga, Selasa (24/10).
Program koperasi merah putih, dijelaskan Sumarno, hadir sebagai solusi bagi sektor ekonomi desa yang masih mengalami kendala. Ia menyebut beberapa masalah yang tengah dihadapi masyarakat desa, seperti kemiskinan, pengangguran, dan rendahnya produktivitas, dapat ditangani secara efektif melalui pemberdayaan berbasis koperasi.
“Koperasi mempermudah akses modal bagi warga desa, meningkatkan pemasaran produk hasil usaha, serta membangun relasi bisnis antar anggota koperasi,” ujar Sumarno.
Program ini, lanjut Sekretaris Daerah Jawa Tengah, mendorong kebersamaan dan gotong royong di tingkat desa. Melalui koperasi, anggota desa dapat berkolaborasi dalam mengembangkan usaha bersama, sehingga meningkatkan daya saing masyarakat desa di pasar yang lebih luas.
Sharing session yang diadakan di UKSW Salatiga menjadi wadah bagi akademisi, pelaku usaha, dan practitioners di bidang koperasi untuk menukarkan ide dan pengalaman. Sumarno mengangkat isu penting tentang peran koperasi dalam menggerakkan ekonomi desa, diikuti diskusi interaktif dengan para peserta.
Dalam sesi tanya jawab, Sumarno juga menjawab beragam pertanyaan mengenai program koperasi merah putih, mulai dari mekanisme pembiayaan hingga langkah-langkah untuk mendirikan koperasi. Ia menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menjalankan program ini, dengan melibatkan pemerintah, akademisi, kalangan swasta, dan masyarakat desa.
“Koperasi merah putih ini bukan hanya mesin ekonomi, tapi juga menjadi wadah untuk memperkuat solidaritas dan kemandirian masyarakat desa,” ucap Sumarno menutup sesi diskusi.
Menurutnya, keberhasilan program kooperasi merah putih juga tergantung pada komitmen anggota koperasi untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Memberdayakan masyarakat desa melalui koperasi, kata Sumarno, adalah investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berkeadilan.