Siswa terdampak keracunan MBG di Kudus bertambah jadi 118 orang
Siswa Terdampak Keracunan MBG di Kudus Bertambah Menjadi 118 Orang
Kudus, Jawa Tengah – Dugaan keracunan massal yang melanda siswa SMA Negeri 2 Kudus akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus mengalami peningkatan. Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mencatat jumlah siswa yang terdampak telah bertambah dari 70 menjadi 118 orang.
“Hasil pendataan kami hingga saat ini jumlah siswa yang dirawat mencapai 118 orang dan tersebar di tujuh rumah sakit,” ungkap Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Mustiko Wibowo di Kudus, Kamis.
Rinciannya, siswa dirawat di RSUD Loekmono Hadi Kudus sebanyak 48 orang, RSUD dr. Soetomo Kudus 22 orang, Klinik Pratama Surya Husada 18 orang, dan Puskesmas Gebog 10 orang. Sisanya, beberapa siswa dirawat di rumah sakit swasta lain di Kudus dan sekitarnya.
Berdasarkan keterangan Mustiko Wibowo, gejala yang dialami siswa cukup beragam, mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam dan pusing. Sejumlah kasus juga menunjukkan gejala gangguan perut yang lebih serius. Diketahui, keracunan ini diduga terjadi setelah siswa menyantap nasi kuning yang disajikan dalam program MBG pada Selasa (1 Agustus 2023).
Mustiko Wibowo menyampaikan bahwa tim ahli dari Dinas Kesehatan tengah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk melakukan investigasi mendalam terhadap kasus ini. Pendekatan yang dilakukan meliputi pengecekan bahan makanan yang diperkirakan menjadi sumber keracunan, pemeriksaan sampel feses dari siswa yang terdampak, serta identifikasi penanggung jawab dalam menyiapkan dan menyalurkan layanan MBG di sekolah.
“Kami akan melakukan langkah-langkah tegas apabila ditemukan adanya pihak yang melakukan kelalaian dalam penanganan bahan makanan dan penyiapan MBG,” tegas Mustiko Wibowo.
Pihak sekolah juga telah menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan pihak berwenang dalam proses investigasi. Kepala SMA Negeri 2 Kudus, Budiasih, menyatakan duka cita mendalam atas kejadian ini dan menegaskan komitmen sekolah untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan seluruh siswa.
“Kami mohon maaf atas kejadian yang menimpa siswa kami. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan aparat dalam menindak lanjuti kasus ini, dan kita berharap siswa yang terdampak dapat cepat sembuh,” ujar Budiasih.
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Pihaknya terus berupaya melakukan kontrol ketat terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh sekolah di Kudus. Pemeriksaan keterjaminan mutu dan keamanan bahan makanan menjadi salah satu fokus prioritas untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.