Temu Alumni dan Milad ke-43 Pondok Shabran UMS teguhkan peran kader di pelosok negeri
Temu Alumni dan Milad ke-43 Pondok Shabran UMS Teguhkan Peran Kader di Pelosok Negeri
Solo, Jawa Tengah – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meluncurkan “Seminar Internal: Meneguhkan Peran Alumni Shabran di Pelosok Negeri”, dalam rangka perayaan Temu Alumni dan Semarak Milad ke-43 Pondok Shabran. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Moh. Djazman UMS Solo, Sabtu (21/10/2023), menjadi momen pencerahan sekaligus penguatan peran alumni Shabran dalam menjawab tantangan dakwah, kaderisasi, dan keberlanjutan gerakan Muhammadiyah di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Rector UMS, Prof. Dr. Hakam, M.Eng., dalam sambutannya, menekankan bahwa Pondok Shabran memiliki peran strategis dalam mencetak kaderdevise Muhammadiyah. “Keberadaan Pondok Shabran sudah tidak dapat dilepaskan dari kontribusi signifikan dalam mencetak kader berkualitas bagi generasi bangsa, khususnya dalam bidang dakwah dan nahdiyya,” ujarnya.
Beliau turut mengajak alumni Shabran untuk kembali berkontribusi dalam menjawab tantangan era saat ini. “Kini, tantangan dakwah semakin kompleks, membutuhkan sosok pemimpin dan kader yang menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan modern. Alumni Shabran diharapkan dapat menjadi agent of change di garis depan,” imbauannya.
Wakil Kepala Pondok Shabran, Dr. Ahmad Faizin, M.Ag., menjelaskan, seminar ini bertajuk “Meneguhkan Peran Alumni Shabran di Pelosok Negeri” untuk menegaskan kembali komitmen alumni dalam berkarya di daerah terpencil dan kumuh. “Saran dan masukan dari alumni sangat penting bagi kemajuan Pondok Shabran. Dan Pondok Shabran ingin memastikan alumninya mantap dalam meneruskan misi Muhammadiyah,” ujarnya.
SeminarInternal diisi oleh narasumber yang berkompeten di bidangnya. Muhammad Arsyad Rezqi, alumni Pondok Shabran 2014 dan Kepala Bidang Jaringan dan Akses Keledugan di Yayasan Pengembangan Pendidikan (YPP) Muhammadiyah Jawa Timur, memberikan pemaparan tentang peran alumni dalam mengembangkan sinergi kaderisasi di dimasyarakat.
“Gagasan Penggalang Inisiatif dan Pergerakan (PIP) adalah gesit alumni Shabran dengan potensi lokal untuk membangun basis kewirausahaan dan aktifitas sosial di daerah,” jelas Arsyad kepada para peserta seminar.
Sementara itu, Dr. Yulianto Purwanto, alumni Shabran angkatan 1996 dan praktisi kesehatan, memaparkan mengenai pentingnya peran alumni dalam membangun kesehatan masyarakat di pelosok negeri. Ia menekankan perlunya kolaborasi antar alumni dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan yang dihadapi masyarakat tingkat bawah.
Alumni Shabran dari berbagai angkatan hadir dan berkumpul untuk berbagi pengalaman dan membangun jaringan. Acara diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman Jogjajateng.com Pondok Shabran dan beberapa lembaga untuk menjalin kerja sama dalam bidang pengembangan profesional dan dakwah.
Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Pondok Shabran dalam memberdayakan alumni dan mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan di pelosok negeri. Selalui berkarya dan berkontribusi di bidang dakwah, kaderisasi, dan keberlanjutan gerakan Muhammadiyah.