UMP membangun pusat kajian ekonomi Megatorium Margono Djojohadikusumo
UMP Membangun Pusat Kajian Ekonomi Megatorium Margono Djojohadikusumo
Purwokerto, Jawa Tengah – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) memulai pembangunan Gedung Megatorium Margono Djojohadikusumo sebagai pusat aktivitas akademik dan kajian ekonomi kerakyatan berbasis konstitusi. Gedung ini diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam pembangunan nasional berkelanjutan. Peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir di Kampus 2 UMP di Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Senin sore, 28 Mei 2023.
Prof. Haedar Nashir dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan gedung ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan visi Muhammadiyah untuk menjadi pusat gerakan pembaharuan Islam yang berwawasan global. “UMN mengikuti perkembangan zaman serta tantangan global yang ada di mana pembangunan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan menjadi fokus utama,” ujar Prof. Haedar.
“Megatorium ini bukan sekadar gedung laci, tapi diharapkan menjadi ruang bagi berpikir kritis, merumuskan solusi, dan menerjemahkan nilai-nilai konstitusi dalam dunia ekonomi. Pembangunan ekonomi yang berbasis konstitusi berarti pembangunan ekonomi yang berkeadilan, berkelanjutan, dan menghormati nilai-nilai luhur bangsa,” tambah beliau.
Gedung Megatorium Margono Djojohadikusumo, yang diresmikan bersama dengan Kampus 2 UMP, dibangun atas nama Almarhum Margono Djojohadikusumo, seorang ekonom senior Indonesia. Gus Mus, selaku Rektor UMP, menjelaskan bahwa di balik pemilihan nama tersebut terdapat pesan penting. “Beliau merupakan sosok ekonom yang visioner dan gemar mendekatkan ilmu ekonomi kepada kebutuhan rakyat. Megatorium ini diharapkan dapat melanjutkan spirit beliau dalam mengabdikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat,” jelas Gus Mus.
Ide di balik pembangunan Megatorium ini berangkat dari misi UMP untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional melalui ranah akademis. Prof. Haedar Nashir mengungkapkan bahwa Megatorium akan menjadi wadah untuk merealisasikan nilai-nilai konstitusi dalam dunia ekonomi, yang dimana UMP bervisi menjadi lembaga pendidikan tinggi yang berkarakter Islami dan berwawasan global.
“Terlebih lagi, Megatorium ini akan menjadi pusat kajian ekonomi kerakyatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif dan berkeadilan. Dengan demikian, UMP diharapkan dapat menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ucap Prof. Haedar.
Gus Mus menambahkan bahwa Megatorium ini akan menjadi pusat pengembangan dan aplikasi ilmu ekonomi yang relevan dengan kebutuhan dan permasalahan Indonesia. “Melalui berbagai kegiatan seminar, workshop, dan riset, Megatorium akan menghasilkan solusi-solusi inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Dengan dibangunnya Gedung Megatorium Margono Djojohadikusumo, UMP semakin memantapkan komitmennya untuk menjadi kampus yang tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan bangsa. Megatorium diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan berkelanjutan, sekaligus mengharumkan nama bangsa di mancanegara.