JogjaJateng .com

UMS dorong ekonomi sirkular Desa Mulur lewat inovasi 3D printing sampah plastik

December 21, 2025 • Jogja jateng
UMS dorong ekonomi sirkular Desa Mulur lewat inovasi 3D printing sampah plastik

UMS Dorong Ekonomi Sirkular Desa Mulur Lewat Inovasi 3D Printing Sampah Plastik

Surakarta, (19/12)– Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menunjukkan komitmennya dalam mendorong ekonomi sirkular melalui inovasi teknologi. Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UMS telah mengembangkan dan menyerahkan sebuah perangkat 3D printing sampah plastik kepada warga Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian proyek pengabdian masyarakat yang fokus pada pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ekonomi. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif pengelolaan sampah plastik pada tingkat lokal, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Desa Mulur.

“Sampah plastik menjadi isu yang krusial, khususnya di daerah pedesaan seperti Desa Mulur,” ujar dr. Laely Rochaniyati, M.Si., selaku ketua tim PKM UMS. “Kami melihat potensi untuk mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai melalui teknologi 3D printing. Ini akan membantu warga mengelola sampah dan sekaligus menghasilkan pendapatan tambahan.”

Pengolahan sampah plastik menjadi bahan baku untuk 3D printing dilakukan dengan proses yang inovatif. Plastik bekas dikumpulkan, dibersihkan, dan kemudian diolah menjadi filament, bahan baku untuk printer 3D. Perangkat 3D printing yang diserahkan kepada Desa Mulur memungkinkan warga untuk mencetak berbagai macam produk kreatif dari filament tersebut, seperti peralatan rumah tangga, aksesoris, dan bahkan mainan anak-anak.

“Dengan 3D printing sampah plastik, kami berharap dapat memfasilitasi pembuatan barang-barang yang bermanfaat bagi masyarakat. Pemerintah desa juga dapat memanfaatkannya untuk pembuatan patung, tanda-tanda directional, bahkan furnitur di kantor desa,”sambung Bu Laely.

Menurut Kepala Desa Mulur, Bapak Suyono, inovasi ini sangat membantu mewujudkannya yang selama ini menjadi impiannya. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian UMS dan tim PKM. Akan kami maksimalkan penggunaan teknologi ini untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa dan menjadikan Desa Mulur sebagai desa mandiri dalam pengelolaan sampah,” ucapnya.

Penyerahan alat 3D printing sampah plastik ini diharapkan dapat menjadi titik awal dari transformasi pengelolaan sampah di Desa Mulur. Dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak, tak hanya dari UMS sendiri, akan menjadi kunci keberhasilan implementasi ekonomi sirkular berbasis teknologi ini.

optimis untuk masa depan umatmu

Dengan menekankan pada prinsip “menjaga lingkungan tanpa mengorbankan kesejahteraan”, tim PKM UMS mengawali gerakan konkret untuk membangun masyarakat yang lebih lestari dan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi 3D printing sampah plastik di Desa Mulur membuka peluang bagi penerapan model serupa di daerah lain, menyukseskan langkah menuju ekonomi sirkular tidak hanya di Sukoharjo, tapi juga di seluruh Indonesia.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us