UMS luluskan dua Doktor PAI
UMS Luluskan Dua Doktor PAI
Surakarta, Jawa Tengah – Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), resmi mengukuhkan dua doktor baru pada hari Selasa (24/10) di Ruang Amphiteater FAI UMS Solo. Pengukuhan ini menandai tonggak sejarah baru bagi program studi yang semakin mewarnai gelar Doktor di UMS. Dua doktor baru tersebut adalah Heru Wibowo, yang bergelar Doktor PAI ke-60, dan Heru Triyono, yang menjadi Doktor PAI ke-61.
Sidang terbuka promosi doktor kedua calon doktor ini membahas disertasi masing-masing. Heru Wibowo mengangkat tema “Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural dalam Membangun Sikap Toleransi Siswa di SMA Bina …”. Penelitiannya mengangkat isu penting tentang bagaimana pendidikan agama di Indonesia dapat diadaptasi dengan konteks multikulturalitas, sekaligus memfasilitasi pembentukan sikap toleransi siswa di sekolah menengah atas.
Sementara itu, disertasi Heru Triyono berjudul “Implementasi Model Pengajaran Islam Berbasis Kompetensi dalam Meningkatkan Kemandirian Siswa di Madrasah Aliyah …”. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan model pengajaran Islam berbasis kompetensi dalam meningkatkan kemandirian siswa di tingkat pendidikan menengah.
Kedua disertasi ini disampaikan dalam bahasa Indonesia dan mendapat apresiasi dari para penguji. Penilaian terhadap kualifikasi penelitian, substansi, dan metode yang digunakan oleh kedua calon doktor secara menyeluruh. Setelah melalui proses evaluasi yang ketat, kedua disertasi dinyatakan lulus dan para calon doktor menerima gelar doktor.
Kepada wartawan, Rektor UMS Prof. Dr. Hadi Subhan Adi menyampaikan apresiasi kepada dua doktor baru yang telah berhasil menyelesaikan studi doktornya di UMS. “Mengukuhkan dua doktor baru hari ini merupakan pencapaian berharga bagi UMS. Hal ini menunjukkan komitmen dan kualitas akademik yang terus meningkat di UMS, khususnya di bidang Pendidikan Agama Islam.”
Menurutnya, lulusnya dua doktor baru ini juga menunjukkan kontribusi nyata UMS dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan agama. “Semoga kedua doktor baru ini dapat meneruskan penelitian dan berkontribusi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan keagamaan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rektor.
Prof. Hadi Subhan Adi juga mengingatkan bahwa tantangan pendidikan agama di Indonesia semakin kompleks. “Tantangan ini menuntut para ahli pendidikan agama untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kepada para doktor baru, saya berharap agar selalu aktif melakukan penelitian dan berkontribusi dalam memecahkan masalah di bidang pendidikan keagamaan,” tuturnya.
Meskipun tantangan berat, lulusnya dua doktor baru ini menjadi bukti nyata bahwa program studi Doktor PAI di UMS terus berkembang dan membanggakan dengan kontribusinya ke dunia pendidikan agama di Indonesia.