Warga Kudus tidak mandi di sungai saat musim hujan
Warga Kudus Imbauan Warga Jangan Mandi di Sungai Saat Musim Hujan
Kudus, Jawa Tengah – Polsek Bae, Polres Kudus, mengimbau warga Kabupaten Kudus untuk tidak beraktivitas di sungai selama musim hujan, menyusul dua korban meninggal dunia akibat hanyut di sungai pada minggu lalu.
Kapolsek Bae, Iptu Madiyono, menyampaikan imbauan ini di Kudus, Senin (16/10). Ia menekankan bahwa debit air sungai di Kudus berpotensi tinggi meningkat sewaktu-waktu selama musim penghujan. Momentum ini, menurutnya, menjadi pemicu terjadinya kejadian tenggelam dan hanyut.
“Kami mengimbau agar tidak melakukan aktivitas di sungai, seperti main atau mandi, karena debit air sungai sewaktu-waktu bisa bertambah, mengingat sudah memasuki musim hujan,” ujar Iptu Madiyono.
Ia menjelaskan kejadian meninggalnya dua korban tersebut terjadi saat mereka tengah berenang di sungai. Debit air sungai yang tiba-tiba meningkat membuat arus deras menerjang dan menenggelamkan kedua korban hingga tak tertolong.
“Kita harap warga mengerti situasi cuaca saat ini. Musim hujan selalu membawa potensi bahaya, terutama di wilayah dekat sungai dan saluran air,” imbaunya.
Iptu Madiyono berharap masyarakat dapat lebih memperhatikan keselamatan individunya dan mematuhi imbauan dari pihak kepolisian. Ia juga menghimbau warga untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan mengawasi anak-anak, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
Agar Tetap Aman:
Untuk meminimalisir risiko bencana karena banjir dan hanyut selama musim hujan, Iptu Madiyono juga memberikan beberapa saran kepada masyarakat, Jogjajateng.com lain:
Hindari bermain atau beraktivitas di tepi atau di dalam sungai.
Waspada terhadap pasang surut air sungai.
Jaga kebersihan saluran air agar tidak terjadi genangan air.
Selalu pantau informasi cuaca dari instansi terkait.
Imbauan ini diharapkan dapat diterima dengan serius oleh seluruh masyarakat Kudus, agar dapat menikmati musim hujan dengan selamat dan aman.