Warga Sumbang Banyumas tolak tambang di kaki Gunung Slamet
Warga Sumbang Tolak Tambang di Kaki Gunung Slamet
Sumbang, Banyumas – Sekitar 100 warga Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyuarakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan di kaki Gunung Slamet. Mereka, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Sumbang, menggelar aksi damai di area tambang yang berlokasi di perbatasan Desa Gandatapa dan Limpakuwus, Minggu, (15/10).
Aksi damai tersebut diwujudkan dengan cara memasang spanduk dan banner berisi penolakan terhadap aktivitas pertambangan. Warga juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan menyampaikan orasi menolak tambang.
“Kami menolak adanya tambang ini karena sangat merusak lingkungan. Gunung Slamet adalah sumber mata air bagi kami dan menjadi subsisten bagi masyarakat sekitar. Aktivitas tambang berpotensi merusak ekosistemnya,” ujar ketua Aliansi Masyarakat Peduli Sumbang, Suwitno.
Menurut Suwitno, aktivitas tambang juga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Polusi udara dan air yang dihasilkan dari aktivitas tambang, kata Suwitno, dapat berdampak buruk bagi kesehatan warga sekitar, terutama anak-anak dan kaum renta.
“Kami tidak ingin anak-cucu kami hidup di daerah yang tercemar oleh limbah tambang. Kami ingin hidup sehat di lingkungan yang bersih dan nyaman,” tegas Suwitno.
Beberapa warga lainnya juga turut menyampaikan kekhawatirannya terhadap aktivitas tambang. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan terkait dengan pembangunan tambang.
“Kami bukannya anti-industri, tapi kami menolak tambang yang dilakukan tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat dan lingkungan. Kami ingin pemerintah duduk bersama dengan kami untuk membicarakan solusi yang lebih baik untuk pembangunan daerah ini,” ujar salah seorang warga Desa Gandatapa, Ati.
Aksi damai warga tersebut berlangsung tertib dan kondusif. Anggota kepolisian yang berjaga di lokasi hanya memberikan pengamanan dan mengamankan jalannya aksi.
Kesimpulan
Penolakan terhadap pengembangan tambang di kaki Gunung Slamet oleh warga Kecamatan Sumbang ini menunjukkan kepedulian tinggi mereka terhadap lingkungan dan kesehatan. Keberadaan potensi tambang harus dikaji secara matang dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat agar dapat memberikan manfaat bagi semua pihak dan tidak menimbulkan dampak negatif yang merugikan.