JogjaJateng .com

Ahok: Aku juga pernah dipenjara

January 27, 2026 • Jogja jateng
Ahok: Aku juga pernah dipenjara

Ahok: Aku Juga Pernah Dipenjara

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 2019-2024, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, sempat berkelakar saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah, di Pengadilan Tipikor pada PN Jakpus, Rabu (13/9). Ia mengakui bahwa dirinya pernah mengutip Al-Qur’an untuk membela diri, namun dengan sarkasme, Ahok menyampaikan pengalaman masa lalunya sebagai warga binaan pemasyarakatan.

“Saya pernah di penjara. Nah, kalau di ruang sidang ini saya gak bisa pakai Al-Qur’an untuk membela diri, saya malah ngakak,” ujar Ahok disambut tepuk tangan hakim dan beberapa orang yang hadir.

Ahok turut menjelaskan bahwa di dalam penjara, hukum berlaku dengan tegas. Ia kemudian menyiratkan bahwa proses hukum yang berlangsung di pengadilan tipikor tersebut juga harus sama-sama dijalankan secara adil dan objektif.

Dalam persidangan ini, Ahok dihadirkan sebagai saksi untuk pihak terdakwa, Tachrir Fathullah, yang saat ini divonis bersalah dalam kasus dugaan korupsi di Pertamina. Ahok menjelaskan bahwa ia kenal dengan Tachrir melalui PT. Pertamina. Ia juga membenarkan bahwa Tachrir pernah menjabat sebagai Komisaris Independen di Pertamina Cabang.

Saat ditanya tentang keterlibatan Tachrir dalam pengadaan pupuk, Ahok yang menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina pada saat itu, menjelaskan bahwa Tachrir bukanlah orang yang memiliki kewenangan atas pengadaan pupuk karena peran Tachrir sebagai Komisaris Independen lebih berfokus pada pengawasan dan evaluasi.

“Mengenai pengadaan pupuk, saya ingat portofolio teman saya yang sedang bersaksi ini (Tachrir) bukan di bidang pengadaan. Dia lebih fokus pada pengawasan dan evaluasi,” jelas Ahok.

Ahok juga menegaskan bahwa perannya sebagai Komisaris Utama Pertamina memberikan himbauan dan ekspektasi kepada seluruh jajaran direksi untuk melakukan tugas dengan baik dan menjunjung tinggi etika kerja.

“Sebagai Komisaris Utama, saya punya tugas menjaga agar Pertamina tetap berjalan dengan baik. Saya selalu menekankan kepada seluruh jajaran direksi untuk bekerja dengan integritas, transparan, dan akuntabel. Saya juga selalu mengingatkan bahwa segala keputusan harus berdasarkan aturan dan hukum yang berlaku,” pungkas Ahok.

Ahok berharap proses hukum terhadap Tachrir dapat berjalan secara adil dan transparan. Ia percaya bahwa hukum harus ditegakkan kepada siapapun, terlepas dari status dan jabatannya.

Kutipan dan kesaksian Ahok dalam sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah ini tentunya akan menjadi sorotan publik. Pengakuannya mengenai pengalaman pernah di penjara dan harapannya akan keadilan hukum di balik kasus ini, menjadi bukti bahwa proses hukum harus dipandang sebagai jalan untuk menegakkan kebenaran dan keadilan bagi semua pihak terkait.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us