Airlangga targetkan anggaran insentif Lebaran 2026 capai Rp13 triliun
Airlangga Targetkan Anggaran Insentif Lebaran 2026 Capai Rp13 Triliun
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menargetkan total anggaran yang disiapkan untuk program insentif selama periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026 mencapai sekitar Rp13 triliun. Paket kebijakan tersebut, kata Airlangga, diharapkan dapat mendongkrak daya beli dan aktivitas ekonomi nasional menjelang lebaran mendatang.
Pada kesempatan rapat koordinasi terbatas (rakor) sejumlah kementerian dan lembaga terkait, Airlangga menjelaskan bahwa program insentif Lebaran 2026 akan disusun secara komprehensif dan terintegrasi. Paket ini meliputi berbagai skema insentif yang tujuannya mendorong konsumsi masyarakat, investasi, dan pertumbuhan lapangan kerja.
“Target anggaran terbesar dialokasikan untuk program insentif yang mendorong konsumsi masyarakat,” ujar Airlangga.
Program insentif yang diharapkan untuk merangkul segmen masyarakat sebagai penentu konsumsi ini, di Jogjajateng.comnya adalah subsidi bagi bahan bakar minyak (BBM), diskon pembelian produk konsumen, dan peningkatan akses terhadap layanan finansial.
Selain itu, ada pula insentif yang menargetkan sektor UMKM dan industri kreatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Skema insentif ini dapat berupa keringanan pajak, pembiayaan murah, dan pelatihan usaha.
“Kami juga akan mempertimbangkan program insentif yang mampu meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global, termasuk dukungan terhadap ekspor produk UMKM,” sambung Airlangga.
Program insentif Lebaran 2026 ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan ekonomi nasional, khususnya di tengah tantangan global yang belum berakhir. Pemerintah menyadari bahwa periode Ramadhan dan Idul Fitri menjadi momentum penting untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.
Airlangga menekankan bahwa disamping meningkatkan daya beli masyarakat, program insentif juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara inklusif. “Insentif Lebaran 2026 harus disebar secara merata, sehingga memberikan manfaat untuk seluruh lapisan masyarakat.”
Menteri Koordinator juga menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antar lembaga pemerintah dalam menyusun dan melaksanakan program insentif Lebaran 2026.
“Suksesnya program ini tergantung pada kerja sama antar lembaga, mulai dari Menko PMK, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, hingga Kementerian/Lembaga terkait lainnya,” ujar Airlangga.
Dengan target anggaran mencapai Rp13 triliun dan fokus pada peningkatan konsumsi, UMKM, dan daya saing produk domestik, program insentif Lebaran 2026 diharapkan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi nasional serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.