Basarnas: Dua korban longsor di Pemalang belum ditemukan
Dua Korban Longsor di Pemalang Belum Ditemukan
SEMARANG, Jawa Tengah – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang yang hilang akibat longsor yang terjadi pada Jumat, 15 September 2023.
Saat ini, hujan deras yang melanda wilayah tersebut pada akhir pekan menambah kendala dalam upaya pencarian. Kepala Basis SAR Semarang, Heru, menginformasikan bahwa pencarian terhadap kedua korban akan terus dilakukan hingga ditemukan.
“Korban yang masih dalam pencarian berinisial S dan N. Kami terus melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan para tim SAR. Hujan yang terus menerus membuat kondisi lapangan menjadi lebih sulit diakses,” ujar Heru, Minggu (17/9/2023).
Longsor terjadi pada Jumat sore di sekitar pemukiman warga setempat. Akibat kejadian tersebut, satu warga dilaporkan meninggal dunia dan dua lainnya hilang.
Tim SAR gabungan, termasuk tim anjing pelacak, dibantu oleh warga setempat, telah mengerahkan seluruh kemampuannya mencari kedua korban.
“Kami memohon doa dari masyarakat agar pencarian dapat berjalan lancar dan korban segera ditemukan,” tambah Heru.
Tantangan Pencarian
Kondisi geografis wilayah bencana menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya pencarian. Terdapat banyak rumah yang tertimbun longsor dan medannya memprihatinkan. Tim SAR harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain itu, hujan deras yang terus menerus juga menghambat proses pencarian. Tanah yang basah dan licin dapat mengakibatkan longsor susulan, sehingga para tim harus ekstra waspada.
“Kami terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lapangan. Jika cuaca memungkinkan, kami akan meningkatkan intensitas pencarian,” lanjut Heru.
Pihak Berwenang Siap Bantu
Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui Dinas Penanggulangan Bencana (DPBB) telah memberikan bantuan untuk para korban longsor. Bantuan berupa makanan, minuman, tenda, dan obat-obatan segera disalurkan ke lokasi bencana.
Dinas Sosial Kabupaten Pemalang juga berjanji akan memberikan dukungan kepada keluarga korban dan menyediakan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Kepala DPBB Pemalang, Bapak Roni, menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu para korban dalam segala urusan.
“Kami siap membantu warga yang terdampak longsor. Kami akan menyalurkan segala kebutuhan mereka dan terus memantau perkembangan kondisi pasca bencana,” ungkapnya.
Gajian para teknisi dan infrastruktur menjadi sorotan.
Pemerintah serta berbagai pihak swasta diyakini harus menjamin hak-hak teknisi dan infrastruktur dalam bekerja dan menerima gaji sesuai dengan keahlian dan beban kerja mereka.