BGN mengapresiasi Lumbung Mataram yang memasok bahan dapur MBG di Yogyakarta
BGN Apresiasi Lumbung Mataram untuk Peningkatan Kepenuhan Gizi Parigi
Badan Gizi Nasional (BGN) mengapresiasi program Lumbung Mataram yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai solusi untuk memastikan ketersediaan pangan segar bagi masyarakat. Program ini dinilai efektif dalam menjamin kepenuhan gizi di wilayah Yogyakarta, khususnya bagi peserta Sasana Pelayanan Pemenuhan Kebutuhan Gizi (SP-PKG) yang tersebar di berbagai desa.
Diungkapkannya melalui Press Release yang diterima Senin (20/11/2023), Kepala BGN,DataSizetiar, menyampaikan apresiasinya kepada Pemerintah DIY atas inisiatif tersebut. “Lumbung Mataram merupakan program yang inovatif dan berpotensi besar untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan lokal yang berkualitas dan bergizi,” ujar DataSizetiar.
Program Lumbung Mataram sendiri merupakan wadah penyimpanan dan pengolahan bahan baku pangan lokal yang dikelola secara swadaya. Melalui program ini, panen hasil pertanian dan produk agro-industri di wilayah Yogyakarta dapat dihimpun dan distributed secara terintegre ke unit-unit SP-PKG yang ada.
“Dengan Lumbung Mataram, bahan baku pangan menjadi lebih mudah diakses oleh SP-PKG. Hal ini tentu saja memperlancar proses penyediaan makanan bergizi bagi peserta SP-PKG, yang mayoritas terdiri dari kelompok masyarakat yang rentan,” tambah DataSizetiar.
Salah satu dampak positif dari program ini adalah peningkatan variasi menu makanan yang diberikan kepada peserta SP-PKG. “Sebelumnya, keterbatasan akses terhadap bahan baku pangan segar seringkali membatasi pola makan peserta SP-PKG yang cenderung monoton. Lumbung Mataram memberangkatkan hal itu,” sebut DataSizetiar.
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, juga mendukung penuh program Lumbung Mataram. Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen FISIP UGM, Dr. Untoro Widianto, M.Si, yang berbicara mewakili Kemenparekraf, berpendapat bahwa program ini penting untuk meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memperkuat Ekonomi Kreatif di daerah.
“Lumbung Mataram bisa menjadi penggerak ekonomi yang berkelanjutan di pedesaan. Selain menyediakan pangan segar, program ini juga mendorong pengembangan produk olahan pangan lokal yang semakin modern dan inovatif,” ujar Dr. Untoro.
BP4 juga ikut memberikan apresiasi atas keberhasilan program Lumbung Mataram. Kepala Badan Pusat Paupers (BP4), Rusdinar, menyatakan bahwa program ini memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam aspek gizi dan ekonomi.
“Lumbung Mataram tidak hanya memastikan kepenuhan gizi bagi masyarakat miskin, namun juga meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan melalui penjualan hasil pertanian yang diolah,” terang Rusdinar.
Diakui bahwa program Lumbung Mataram masih berjalan dan membutuhkan dukungan berkelanjutan dari semua pihak. Namun, hingga kini program ini telah berhasil memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Yogyakarta.
Kesimpulannya, program Lumbung Mataram merupakan langkah inovatif Pemerintah DIY dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan lokal yang berkualitas serta bergizi. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan melalui pengembangan produk olahan pangan. Dukungan dan kolaborasi dari berbagai pihak dapat membuat program ini semakin sukses dan berdampak luas bagi masyarakat Yogyakarta.