BI: Modal asing keluar bersih Rp7,71 triliun di pekan kedua Januari
BI: Modal Asing Keluar Bersih Rp7,71 Triliun di Pekan Kedua Januari
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan Indonesia sebesar Rp7,71 triliun pada pekan kedua bulan ini, di periode transaksi 12-14 Januari 2026. Data ini diperoleh dari neraca transaksi berjalan (current account) yang dirilis oleh BI.
“Penarikan modal asing ini terjadi seiring dengan pergerakan sentimen global yang cenderung negatif terhadap aset berisiko di negara emerging market,” ujar Achmad Nur Hidayat, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam keterangan resmi yang dirilis.
Pria yang akrab disapa Achmad Nur menjelaskan, sentimen negatif tersebut dipicu oleh beberapa faktor global, Jogjajateng.com lain perlambatan pertumbuhan ekonomi global, kenaikan suku bunga di negara-negara maju, dan kekhawatiran akan inflasi yang masih tinggi.
Ia menambahkan, BI terus memonitoring perkembangan pasar keuangan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.
“BI akan terus melakukan policy mix yang terukur dan tepat sasaran untuk mendorong stabilitas ekonomi dan keuangan dalam negeri,” imbuh Achmad Nur.
Meskipun adanya penarikan modal asing, Achmad Nur menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap diproyeksikan positif dan inflasi terkini menunjukkan tren positif. BI optimis bahwa ekonomi Indonesia akan kembali pulih dengan baik,” ujar Achmad Nur.
Analisis Ekonom:
Pengamat ekonomi menilai bahwa keluarnya modal asing merupakan fenomena normal dalam pasar keuangan yang dinamis.
“Aktifitas perdagangan modal asing memang fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor global maupun domestik,” ujar Dr. Revi Efendi, ekonom senior dari FISIP UI.
Menurut Revi, faktor utama yang menarik investor asing ke pasar Indonesia adalah potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabilitas politik. Meskipun demikian, investor asing juga rentan terhadap ketidakpastian global, seperti perlambatan ekonomi dan kenaikan suku bunga.
“Tren keluarnya modal asing di negara-negara emerging market, termasuk Indonesia, masih diperkirakan akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Namun, pemerintah dan BI perlu fokus pada langkah-langkah untuk meningkatkan daya tarik investasi domestik dan diversifikasi ekonomi,” papar Revi.
Kesimpulan:
Aliran modal asing keluar bersih sebagai refleksi sentimen global terhadap aset berisiko. Meskipun demikian, BI optimis bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan akan mendorong pemulihan ekonomi. Pemerintah dan BI akan tetap melakukan langkah-langkah tepat sasaran untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan.