Bournemouth hantam Liverpool 3-2
Bournemouth Hantam Liverpool 3-2
Bornemouth sukses menumbangkan Liverpool dengan skor 3-2 dalam pertandingan Liga Inggris 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Vitality, Sabtu (27 Januari 2026). Kekalahan pahit ini membuat Liverpool kehilangan poin penting di perburuan gelar juara.
Kemenangan Bournemouth diawali oleh gol cepat di menit ke-3, hasil kerja sama apik Jogjajateng.com Antoine Semenyo dan Dominic Solanke. Pergerakan cepat Semenyo di sisi kiri penyerangnya dipadukan dengan umpan terukur Solanke yang membuahkan gol kemudian dirampok oleh Tim Kroos di depan gawang Liverpool.
Liverpool berusaha menyamakan kedudukan dan berhasil melakukannya di awal babak kedua melalui gol Darwin Nunez. Gawang Bournemouth kembali dibobol di menit ke-52 oleh Mohamed Salah, menyusulkan Liverpool memimpin 2-1. Namun, semangat tim asuhan Andoni Iraola tidak pudar.
Pada menit ke-68, Bournemouth kembali menyamakan kedudukan lewat gol dari Philip Billing, memanfaatkan kelemahan lini belakang Liverpool. Momentum kemenangan pun kembali menghampiri tuan rumah. Di menit ke-78, gol kemenangan Bournemouth lahir melalui tendangan bebas yang tepat sasaran dari striker mereka, Lewis Cook.
Gol ini mengejutkan para pendukung Liverpool yang tampak terdiam. Bournemouth terus bertahan dengan tegar hingga akhir pertandingan, mengukuhkan kemenangan 3-2 mereka.
“Kami tahu kami bisa mengalahkan Liverpool. Kami bermain dengan semangat dan disiplin yang tinggi. Para pemain menunjukkan karakter dan keberanian luar biasa sampai menit akhir,” ujar Andoni Iraola setelah pertandingan.
Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, tampak kecewa dengan hasil pertandingan. “Kami membuat kesalahan-kesalahan besar di babak pertama, yang akhirnya membuat kami tertinggal. Kami mencoba bangkit di babak kedua, namun Bournemouth bermain sangat kompak dan pantas menang.”
Kemenangan Bournemouth ini menjadi pukulan besar bagi Liverpool yang kini tertahan pada posisi enam klasemen Liga Inggris. Sedangkan Bournemouth memetik poin penuh untuk keluar dari zona degradasi.
Pertandingan ini menjadi pengingat bagi Liverpool untuk terus meningkatkan konsentrasi dan fokusnya di setiap pertandingan, mengingat persaingan di Liga Inggris 2025/2026 semakin ketat.