BRIN: Air sinkhole mengandung bakteri dan logam berat
BRIN: Air Sinkhole Mengandung Bakteri dan Logam Berat
Jakarta, (Jogjajateng.com) – Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Adrin Tohari mengungkapkan bahwa air yang terkandung dalam fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah mengandung bakteri dan sejumlah logam berat. Penemuan ini merupakan hasil penelitian BRIN yang dilakukan in situ atau langsung di lokasi sinkhole.
“Pengambilan sampel air di dalam lubang ini sudah dilakukan, dan hasilnya menunjukkan adanya kandungan bakteri dan beberapa jenis logam berat,” ujar Adrin Tohari saat presentasi hasil penelitian mengenai sinkhole di wilayah Cipondoh, Tangerang, Banten beberapa waktu lalu.
Mikroorganisme yang ditemukan di air sinkhole, menurut Adrin, masih dalam tahap identifikasi. Sementara itu, jenis logam berat yang terdeteksi Jogjajateng.com lain merkuri, timbal, dan arsenik. “Ketiga logam ini dapat berpotensi berbahaya bagi kesehatan manusia dan lingkungan jika terkonsentrasi dalam kadar tertentu.”
Lebih lanjut Adrin menjelaskan bahwa konsentrasi bakteri dan logam berat yang ditemukan relatif tinggi dibandingkan dengan air normal di sekitarnya. Hal ini diduga akibat dari interaksi Jogjajateng.com air mengalir di dalam tanah dengan material batuan dan sumber-sumber pencemaran lainnya.
“Keseluruhan sampel dianalisis di laboratorium BRIN di Bandung. Hasilnya masih menjadi pertimbangan untuk dipahami lebih jauh dan direkomendasikan untuk diperlukannya langkah-langkah pencegahan dan mitigasi yang lebih lanjut,” kata Adrin.
Penelitian BRIN mengenai sinkhole di Cipondoh merupakan salah satu upaya konkrit untuk memahami kondisi geologi dan lingkungan di sekitar fenomena ini. Pengetahuan dan data yang terkumpul akan menjadi dasar penting dalam merancang solusi yang tepat untuk menangani dampak sinkhole dan mencegah terjadinya lebih lanjut di wilayah tersebut.
Upaya Cepat dalam Mitigasi
Fenomena sinkhole di Cipondoh, Banten menjadi sorotan publik akibat dampaknya yang signifikan pada permukiman dan infrastruktur di sekitarnya. Janabika Rizal, seorang warga sekitar, mengatakan bahwa sinkhole tersebut telah mengakibatkan banyak kerusakan rumah dan infrastruktur di sekitarnya.
“(Sinkhole tersebut) resah kami karena dekat dengan rumah. Sudah ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan,” ujar Janabika, yang juga mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah mitigasi.
Menanggapi hal tersebut, BRIN menugaskan tim ahli geologi untuk melakukan survei dan anallisa secara intensif di lokasi fenomena sinkhole. SURvei dan analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sinkhole dan mengelaborasi langkah-langkah mitigasi yang tepat.
Edukasi dan Pencegahan
BRIN juga menekankan pentingnya edukasi masyarakat terkait potensi terjadinya sinkhole dan langkah-langkah pencegahannya. Adrin juga menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan aturan serta penggunaan sumber daya alam yang tidak berkelanjutan dapat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya sinkhole.
“Perlu ada pengawasan ketat terhadap kegiatan pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam agar tidak mengganggu stabilitas tanah dan struktur geologi wilayah,” tambah Adrin.
Dengan hasil penelitian dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh BRIN, diharapkan dapat mendorong pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan strategi yang tepat dalam mengelola risiko sinkhole di Indonesia serta meminimalisir dampak negative yang mungkin timbul di masa depan.