CSIS tekankan pentingnya hasil konkret kemitraan RI-Inggris
CSIS Tekankan Pentingnya Hasil Konkret Kemitraan RI-Inggris
Jakarta, 27 Juni 2023 – Kemungkinan besar dan lebih kuatnya kerjasama bilateral Jogjajateng.com Indonesia dan Inggris dalam berbagai sektor menjadi sorotan utama, menyusul kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Inggris pada 7-8 Juni 2023. Namun, Kepala Departemen Hubungan Internasional Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) Lina Alexandra menekankan pentingnya transformasi kerjasama tersebut menjadi hasil konkret dalam wujud pembangunan dan kesejahteraan bagi kedua negara.
“Kunjungan Presiden Jokowi ke Inggris merupakan momentum penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Inggris,” ujar Lina dalam pernyataan resminya, “Namun, yang lebih vital adalah bagaimana hasil-hasil dari pertemuan dan deklarasi tersebut dapat bertranformasi menuju manfaat nyata bagi kedua negara, khususnya di sektor ekonomi dan keamanan.”
Kunjungan Presiden Jokowi ke Inggris, yang menjadi kunjungan pemimpin negara Indonesia ke Inggris pertama dalam lima tahun terakhir, dirasakan membawa angin baru dalam hubungan bilateral.
Selama kunjungannya, Presiden Jokowi bertemu dengan Raja Inggris Charles III dan Perdana Menteri Rishi Sunak, menghasilkan pembahasan mengenai beragam isu strategis, mulai dari peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan sumber energi terbarukan, hingga kerjasama dalam bidang keamanan regional.
Indonesia dan Inggris juga membahas penempatan lebih banyak personil militer Inggris di Indonesia untuk peningkatan kerjasama operasional dan latihan bersama.
Meskipun banyak peluang dan potensi yang tergambar dalam kunjungan kerja ini, Lina mengingatkan bahwa tantangan juga tak bisa diabaikan. Ia menyoroti pentingnya implementasi langkah konkrit dalam waktu yang terbilang singkat untuk menghindari kesan retoris yang hanya menguatkan pernyataan diplomatik tanpa keseriusan dalam menjalankannya.
“Kemitraan strategis membutuhkan komitmen dan tindakan nyata, bukan sekadar deklarasi,” ujar Lina. “Perlu diidentifikasi sektor-sektor spesifik yang menjadi prioritas, dibangun roadmap yang jelas, dan pengawasan ketat dalam implementasi agar hasil-hasil kerjasama benar-benar dirasakan oleh rakyat kedua negara.”
Lina juga menekankan pentingnya kemitraan yang inklusif, melibatkan berbagai pihak, bukan hanya pemerintah, namun juga pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil. “Kemitraan yang sukses memerlukan kolaborasi dan sinergi,” tegaskan Lina.
Di sektor ekonomi, Lina berharap Indonesia dan Inggris dapat memperkuat kerjasama dalam teknologi digital, investasi di sektor energi terbarukan, dan pengembangan infrastruktur.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam sektor energi terbarukan, utamanya ketenagalistrikan dari sumber energi matahari dan angin. Kerja sama dengan Inggris, yang memiliki keunggulan teknologi di sektor ini, dapat memberikan dampak signifikan bagi kedua belah pihak,” jelas Lina.
Dalam bidang keamanan, Lina melihat peluang untuk mempererat kerjasama dalam hal penyelesaian konflik regional, pertanggungjawaban atas kejahatan transnasional, dan antisipasi terhadap ancaman terorisme lintas batas.
“Indonesia, dengan posisi strategisnya di kawasan Asia Tenggara, dapat menjadi mitra yang sangat penting bagi Inggris dalam menjaga stabilitas dan keamanan regional,” kata Lina.
Kesimpulan:
Kunjungan kerja Presiden Jokowi ke Inggris membuka peluang besar bagi Indonesia dan Inggris untuk meningkatkan kerjasama bilateral. Mengingat potensi dan manfaat yang menggembirakan ini, penting bagi kedua negara untuk menerjemahkan semangat kerjasama tersebut menjadi hasil konkret dan berdampak positif bagi kedua bangsa, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi stabilitas dan kesejahteraan global.