JogjaJateng .com

Dokter: Penularan TBC kepada anak bisa dicegah dengan batasi kontak

January 19, 2026 • Jogja jateng
Dokter: Penularan TBC kepada anak bisa dicegah dengan batasi kontak

Dokter: Penularan TBC kepada Anak Bisa Dicegah dengan Batasi Kontak

Jakarta – Kanak-kanak merupakan kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus dalam pencegahan dan penanganan penyakit Menular, termasuk tuberkulosis (TBC). Data World Health Organization (WHO) mengungkap bahwa Indonesia menduduki peringkat ketiga tertinggi global dalam kasus TBC anak-remaja. Menghadapi situasi ini, Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A, Subsp.Resp, dokter spesialis anak subspesialis respirologi, menyoroti pentingnya langkah pencegahan yang konkrit untuk melindungi anak dari penularan TBC.

Dalam keterangannya, Dr. Nastiti menjelaskan bahwa TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis . Penularan bakteri ini terjadi melalui udara, umumnya disertai batuk atau bersin dari penderita TBC yang aktif.

“Penularan TBC terjadi melalui droplet yang dikeluarkan saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau bahkan bernyanyi,” ujar Dr. Nastiti. “Droplet ini mengandung bakteri dan dapat terhirup oleh orang lain jika berada dalam jarak dekat.”

Anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 5 tahun, memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, sehingga lebih mudah terinfeksi TBC.

Seperti dilansir WHO, penyakit ini dapat berdampak serius pada kesehatan anak, termasuk menimbulkan pneumonia, tuberkulosis menular, gondok, meningitis , dan bahkan kematian.

Dr. Nastiti menekankan bahwa pencegahan penularan TBC pada anak cukup efektif dilakukan jika dilakukan sejak dini.

“Kebersihan diri dan lingkungan sangat penting dalam mencegah penularan TBC,” ungkap Dr. Nastiti.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan oleh orang tua :

Jaga kebersihan diri:   Mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin dengan menggunakan tissue, dan membuang tissue bekas dengan benar. 
Lindungi anak dari orang yang terinfeksi:   Batasi kontak erat dengan orang yang suspected TBC,  dan pastikan anak tidak berinteraksi langsung dengan penderita TBC yang mengobati TBC di rumah. 
Pastikan lingkungan rumah bersih dan berventilasi baik  :  Sediakan ventilasi yang cukup di dalam rumah. Hiasan atau benda-benda yang tidak berpori dan mudah dibersihkan dapat membantu dalam mencegah penularan. 

Selain langkah-langkah preventif di atas, vaksinasi BCG juga menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah TBC pada anak. Vaksinasi BCG diberikan pada bayi baru lahir dan terbukti efektif dalam mencegah TBC paru yang berat pada anak.

Dr. Nastiti menghimbau orang tua untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala-gejala TBC, seperti batuk berdahak yang persisten, demam, keringat malam, penurunan berat badan yang tidak terjelaskan, dan nafsu makan menurun.

“Penting untuk mendeteksi TBC pada anak sedini mungkin agar dapat segera ditangani dan dicegah berlarut-larut,” tegasnya. “Suku dengan melakukan perawatan yang tepat, anak-anak dapat sembuh dan kembali beraktivitas normal.”

Kesimpulannya, pencegahan penularan TBC pada anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menerapkan langkah-langkah preventif dan melakukan pemantauan kesehatan yang baik, kita dapat melindungi generasi penerus bangsa dari ancaman penyakit menular ini.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us