Dorong ekspor kriya, Menekraf mendukung JIFFINA akselerasi pasar global
Dorong Ekspor Kriya, Menekraf Dukung JIFFINA Akselerasi Pasar Global
Jakarta , | Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya bertemu dengan perwakilan panitia Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (JIFFINA) di Jakarta. Kedatangan JIFFINA menandai komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif dalam mendukung pameran furnitur dan kriya bertaraf internasional untuk memperluas pasar global bagi para pelaku industri kreatif Indonesia.
JIFFINA, yang telah diadakan sejak tahun 2007, menjadi salah satu ajang penting bagi produsen dan pelaku usaha di sektor bagaimana dan kerajinan dengan konsep “trade by show” yang menggabungkan perdagangan dan pameran.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan JIFFINA memaparkan perencanaan JIFFINA 2023 yang akan berlangsung pada bulan Oktober, termasuk dimatangkannya upaya dalam memfasilitasi kerjasama hilir-mulai bagi pelaku industri kreatif.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung JIFFINA dalam rangka meningkatkan ekspor produk kriya Indonesia,” ujar Menekraf Teuku Riefky Harsya . “Pameran ini memiliki peran strategis dalam memperkenalkan produk-produk yang dihasilkan oleh para perajin Indonesia kepada pasar global, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk berkolaborasi dan menjalin kerjasama dengan industril asing.”
JIFFINA 2023 diprediksi akan semakin mengglobal dengan melibatkan lebih banyak negara peserta, baik dari Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika. Pameran ini juga akan menampilkan berbagai jenis produk kriya, mulai dari furnitur minimalis, tradisional, hingga modern dengan sentuhan khas Indonesia.
“Adanya peningkatan jumlah negara peserta dalam JIFFINA 2023 menunjukkan bahwa sektor industri kreatif Indonesia semakin diminati di kancah internasional,” tambah Menekraf. ” Kemenkekraf akan terus mendukung acara seperti ini dengan berbagai program dan kebijakan agar produk-produk kriya Indonesia dapat bersaing di pasar global.”
Menekraf menekankan pentingnya inovasi dan kualitas untuk terus meningkatkan daya saing produk kriya Indonesia di pasar internasional. Ia menyerukan para pelaku usaha untuk terus berkreasi dalam mengembangkan desain dan teknologi yang inovatif.
“Kita harus pastikan bahwa produk-produk kriya yang kita ekspor berkualitas tinggi dan inovatif,” ujarnya. “Itulah kunci untuk tetap relevan dan diminati pasar global.”
Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen Menekraf dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia, khususnya melalui sektor furnitur dan kriya.
JIFFINA sebagai pameran penting bagi industri kreatif Indonesia diharapkan dapat menjadi jembatan bagi para pelaku usaha untuk memperluas pasar global dan memperkenalkan keindahan dan kualitas produk-produk kriya Indonesia ke dunia.