Gunung Ile Lewotolok di Lembata kembali erupsi
Gunung Ile Lewotolok di Lembata Kembali Erupsi LJogjajateng.comn Aktivitas Magma Tinggi
Lembata, 05 Agustus 2023 – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan pada Sabtu malam, 5 Agustus 2023. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 21.00 Wita ini melemparkan abu vulkanik setinggi 300 meter di atas puncak gunung. Sebelumnya, pada Sabtu pagi juga terjadi erupsi dengan kolom abu setinggi 500 meter.
Dinas Vulkanologi dan Geofisika (PVMBG) melalui Panitia Penanganan Bencana Gunung Berapi (PCBG) menurunkan status gunung berapi ini ke pada tingkat “Siaga” (level III) pada Senin, 31 Juli 2023. Status ini mengakibatkan peningkatan aktivitas vulkanik yang mengindikasikan potensi erupsi lebih lanjut.
“Saat ini, kita sedang memantaukembangan aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok dengan sangat seksama,” ujar Kepala PVMBG, Hanik Humayun, saat dihubungi melalui sambungan telepon. “Tingkat aktivitas magma dalam gunung ini sedang tinggi, dan diperkirakan akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kami menghimbau masyarakat di sekitar gunung untuk tetap waspada dan mengindahkan semua rekomendasi dari pihak otoritas.”
Erupsi Sabtu malam ini menambah daftar serangkaian aktivitas vulkanik yang terjadi sejak awal pekan ini. Selain kolom abu vulkanik, warga juga dilaporkan merasakan tremor atau guncangan ringan di sekitar Lewotolok. Fenomena ini menjadi perhatian serius bagi masyarakat di Kecamatan Ile Boleng dan sekitarnya yang berada dalam radius 4 kilometer disekitar puncak gunung.
Ketinggian abu vulkanik yang mencapai 300 meter pada Sabtu malam mengakibatkan jarak visibilitas di sekitar gunung berkurang secara signifikan. Petugas Pos Pengamatan Vulkanik (PPVK) di Ile Lewotolok mengamati abu vulkanik menyebar ke arah Tenggara. Beberapa warga di Desa Manang dan Desa Lewotobi melaporkan merasakan smell sulfur atau bau belerang yang menguar dari arah gunung.
Meskipun belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan parah akibat erupsi tersebut, PCBG mendesak masyarakat untuk ikut menjaga keselamatan. “Jaga jarak aman dari kawah gunung, hindari aktivitas di jalur pendakian, dan bersiaplah evakuasi jika diperlukan,” demikian pesan PCBG yang dibentangkan di sejumlah titik strategis di sekitar gunung.
Ketidakpastian situasi vulkanik Gunung Ile Lewotolok membuat masyarakat di sekitar lereng gunung terus memperketat kewaspadaan. Mereka berharap aktivitas vulkanik ini dapat segera mereda dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi kehidupan sehari-hari.
Pihak PLN juga telah bersiaga dan melakukan pemantauan terhadap sistem kelistrikan di wilayah tersebut untuk mencegah kemungkinan gangguan pasokan listrik akibat debu vulkanik.
Keberadaan tim gabungan dari berbagai instansi, seperti SAR, BPBD, dan Dinas Kesehatan, juga menjadi penguat rasa aman bagi warga.
PVMBG terus memantau perkembangan Gunung Ile Lewotolok dan akan memberikan informasi terbaru melalui berbagai kanal yang tersedia.