IDAI: Masyarakat perlu waspadai peningkatan kasus superflu karena influenzaH3N2
IDAI: Masyarakat Perlu Waspadai Peningkatan Kasus Superflu Karena Influenza H3N2
Jakarta, 17 Agustus 2023 – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengkhawatirkan potensi peningkatan kasus superflu di kalangan anak akibat influenza virus H3N2 yang mulai beredar. Akan tetapi, hal tersebut bukanlah pandemi dan kasusnya masih terkendali.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A(K), menjelaskan bahwa influenza H3N2 mulai meningkat sejak beberapa bulan terakhir dan berpotensi menimbulkan kasus superflu yang lebih serius di kalangan anak-anak. Superflu adalah efek samping dari infeksi influenza yang lebih parah, meningkatkan gejala pernapasan dan risiko komplikasi seperti Pneumonia.
“Kami memang memantau peningkatan kasus influenza H3N2 secara nasional. Terutama di beberapa wilayah, terjadi peningkatan yang signifikan. Walau belum sampai kategori pandemi, kami mendorong masyarakat untuk waspada dan mengambil langkah preventif,” sebut Nastiti.
Menurut Nastiti, gejala superflu serupa dengan flu biasa, seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, dan kelelahan. Namun, pada kasus superflu, gejala-gejala tersebut lebih berat dan bertahan lebih lama.
“Anak-anak yang memiliki riwayat penyakit kronis, imun tubuh lemah, dan usia di bawah lima tahun lebih rentan mengalami komplikasi dari superflu,” tambahnya.
Walaupun demikian, nastiti menekankan bahwa kasus superflu tidak berarti harus panik. Sangat penting untuk tetap tenang dan melakukan pencegahan dengan tepat.
“Hal pertama penting adalah vaksinasi influenza. Vaksin flu dapat menurunkan risiko terkena flu dan berkembangnya kasus superflu. Promosikan vaksinasi untuk anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah lima tahun,” ujar dr. Nastiti.
Selain vaksinasi, dr. Nastiti juga memberikan beberapa tips pencegahan superflu:
Menjaga kebersihan diri: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan dan setelah bersin atau batuk. Gunakan hand sanitizer jika tidak memungkinkan mencuci tangan.
Hindari kontak erat dengan orang yang sakit:
Jaga jarak dengan orang-orang yang sedang sakit dan batuk atau bersin tanpa penutup mulut.
Masalah penggunaan masker: Ketika mengalami gejala flu, gunakan masker untuk mencegah penyebaran virus.
Perbanyak konsumsi cairan: Minum banyak air putih dan air elektrolit untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan memperkuat sistem imun.
Istirahat yang cukup: Tidur yang cukup dapat membantu tubuh melawan infeksi.
Perhatikan gejala: Jika anak menunjukkan gejala flu yang lebih berat, segera konsultasikan dengan dokter.
IDAI mencatat bahwa flu adalah sebuah fenomena musiman yang terjadi setiap tahunnya, bahkan sebelum pandemi COVID-19.
Kesimpulan:
Meskipun kasus superflu meningkat, penting untuk diingat bahwa hal ini bukan pandemi. Masyarakat perlu waspada dan memperhatikan gejala flu pada anak-anak. Untuk mencegah penyebaran influenza, vaksinasi, menjaga kebersihan diri, menghindari kontak erat dengan orang sakit, dan istirahat yang cukup merupakan langkah penting yang wajib dilakukan. Jika terdapat gejala yang lebih serius, segera konsultasikan dengan dokter.