Istana: Presiden Prabowo meminta BMKG tambah alat modifikasi cuaca
Istana: Presiden Prabowo Minta BMKG Tambah Alat Modiikasi Cuaca
Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menginstruksikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menambah peralatan yang mendukung operasi modifikasi cuaca. Permintaan ini disampaikan dalam upaya untuk meningkatkan efektivitas pengendalian dampak bencana hidrometeorologi, seperti kekeringan dan banjir, disertai program aşngkungan hidup yang berkelanjutan.
“Presiden menginginkan BMKG memiliki peralatan yang memadai guna mendukung operasi modifikasi cuaca. Hal ini penting untuk menekan dampak bencana hidrometeorologi dan mendukung program lingkungan yang lebih lestari,” ujar Prasetyo Hadi kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa (12/09/2023).
Menurut Prasetyo Hadi, modifikasi cuaca merupakan salah satu aspek penting dalam pengendalian bencana alam. Kondisi cuaca yang ekstrem, seperti banjir dan kekeringan, berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat dan infrastruktur. Dengan operasi modifikasi cuaca yang tepat, diharapkan dapat tercipta keseimbangan hidrologi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.
“Mudah-mudahan dengan tersedianya peralatan yang lebih canggih, kemampuan BMKG dalam melakukan modifikasi cuaca dapat ditingkatkan. Ini penting untuk melindungi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan,” sampainya.
Mensesneg juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan sumber daya manusia di BMKG. Selain peralatan, kualitas sumber daya manusia juga menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan operasi modifikasi cuaca yang berhasil.
“Presiden mendorong peningkatan kapasitas dan pelatihan bagi para teknisi serta ahli di BMKG. Mereka adalah ujung tombak dalam mengoperasikan peralatan dan menyusun strategi modifikasi cuaca yang optimal,” jelas Prasetyo Hadi.
Peta ke depan yang dirumuskan Presiden Jokowi tidak hanya fokus pada penanganan bencana, namun juga pada aspek lingkungan. Prasetyo Hadi mengungkapkan, modifikasi cuaca juga dapat diaplikasikan dalam upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas udara.
“Presiden menekankan bahwa modifikasi cuaca harus selaras dengan program lingkungan hidup, termasuk upaya mengulangi degradasi hutan dan meningkatkan produksi biomassa,” tutur Prasetyo Hadi.
Secara keseluruhan, instruksi Presiden Jokowi ini diharapkan dapat memberikan dukungan yang lebih konkrit bagi BMKG dalam menjalankan tugasnya. Dengan peralatan yang memadai, sumber daya manusia yang kompeten, dan strategi yang tepat, operasi modifikasi cuaca diharapkan dapat lebih efektif dalam mengatasi bencana hidrometeorologi dan berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan Indonesia.