KAI Daop 6 Yogyakarta: Perjalanan KA 231 Banyubiru Ekspres relasi Solo Balapan- Semarang Tawang dibatalkan
KAI Daop 6 Yogyakarta: Perjalanan KA 231 Banyubiru Ekspres Dibatalkan
Yogyakarta, 17 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 (Daop 6) Yogyakarta terpaksa membatalkan perjalanan KA 231 Banyubiru Ekspres relasi Solo Balapan-Semarang Tawang, pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 17.50 WIB. Pembatalan ini merupakan dampak dari beberapa faktor teknis yang dihadapi oleh KAI Daop 6.
Informasi ini disampaikan langsung oleh Manager Humas KAI Daop 6, Suprihatiningsih, kepada awak media. Ia menjelaskan bahwa pembatalan tersebut dilakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan perjalanan seluruh penumpang.
“Kami memahami bahwa pembatalan perjalanan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penumpang yang telah menyisihkan waktu dan dana untuk menggunakan layanan KA 231 Banyubiru Ekspres. Atas hal tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkap Suprihatiningsih.
Saat ini, KAI Daop 6 Yogyakarta tengah berupaya keras untuk menyelesaikan permasalahan teknis tersebut agar layanan KA dapat kembali normal dan beroperasi sesuai jadwal.
Untuk penumpang KA 231 Banyubiru Ekspres, KAI Daop 6 Yogyakarta menawarkan beberapa alternatif. Penumpang dapat memilih untuk:
Mengambil tiket KA lain dengan rute dan waktu keberangkatan yang tersedia . Penumpang dapat memilih dari berbagai pilihan kereta yang melayani rute Solo Balapan-Semarang Tawang. KAI Daop 6 Yogyakarta akan membantu penumpang dalam proses penjadwalan ulang perjalanan.
Menyerahkan tiket dan mendapatkan full refund .
Tahapan penyelesaian permasalahan teknis yang menyebabkan pembatalan KA 231 Banyubiru Ekspres sedang dikebut urgensi oleh KAI Daop 6 Yogyakarta. KAI Daop 6 Yogyakarta kembali menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi prioritas utama dalam operasional layanan kereta api.
“Kami memohon kepada seluruh penumpang untuk selalu cek jadwal dan informasi terbaru terkait perjalanan kereta api melalui berbagai saluran resmi KAI,” tutup Suprihatiningsih.