Keberangkatan pesawat ATR 42-500 dipastikan sesuai prosedur
Keberangkatan Pesawat ATR 42-500 Dipastikan Sesuai Prosedur
Makassar, Sulawesi Selatan – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terus dilakukan untuk pesawat ATR 42-500 maskapai penerbangan Sriwijaya Air yang hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (16/2).
Kepala Kantor Unit Penyelidik Kecelakaan Transportasi Darat (UPTD) Angkasa Pura I Bandara Hasanuddin, M. Sukamto, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh, seluruh prosedur keberangkatan pesawat tersebut telah dijalankan dengan baik.
“Berdasarkan data yang kami miliki, keberangkatan pesawat ATR 42-500 Sriwijaya Air pada Kamis pukul 09.40 WITA memang dilakukan sesuai prosedur operasi normal di Bandara Hasanuddin,” ujar Sukamto kepada awak media di hari yang sama.
Pesawat yang membawa 48 orang penumpang dan
6 awak kabin itu tercatat lepas landas dari Bandara Sultan Hasanuddin menuju Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kehilangan kontak yang terjadi diduga karena cuaca buruk yang sedang menerpa wilayah provinsi timur Indonesia.
“Mengenai rincian data dan informasi lebih lanjut mengenai prosedur dan logika operasional penerbangan, kami masih mengumpulkan data dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pihak maskapai Sriwijaya Air,” ungkap Sukamto.
Agus, seorang saksi mata yang berada di bandara pada saat kejadian, memberikan informasi serupa. Beliau menjelaskan melihat pesawat tersebut lepas landas tanpa kendala.
“Saya sendiri melihat pesawatnya lepas landas seperti biasa. Tidak ada hal yang mencurigakan,” ujar Agus sambil menceritakan harapannya terhadap keselamatan penumpang pesawat.
Tim SAR gabungan, yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan berbagai instansi terkait lainnya, terus berupaya melakukan pencarian. Kawasan pencarian fokus di wilayah pesisir laut Maros, mengingat cuaca buruk di laut dan darat.
Para warga ympäutng Maros juga ikut serta dalam pencarian, menggabungkan peralatan dan tenaga untuk membantu tim SAR.
Kepala Badan SAR Nasional (BASarnas), Marsdya TNI Henri Alfiandi, mengatakan bahwa tim SAR telah menggunakan beberapa peralatan canggih dalam proses pencarian, seperti helikopter, drone, dan kapal milik instansi terkait.
“Kami terus berupaya mencari lokasi pesawat tersebut beserta seluruh penumpang dan awaknya. Kami berharap bisa menemukan mereka dengan selamat,” ujar Henri saat dikonfirmasi.
Keberangkatan pesawat ATR 42-500 yang dipastikan sesuai prosedur membangkitkan harapan bahwa kelalaian manusia bukanlah faktor dalam kejadian ini. Namun, akibat cuaca buruk menjadi titik konsentrasi pencarian. Tim SAR terus bekerja keras dalam upaya mengidentifikasi lokasi pesawat dan memastikan semua penumpang telah mendapatkan pertolongan.