JogjaJateng .com

Kejagung selidiki dugaan korupsi tata kelola minyak di Pertamina

January 19, 2026 • Jogja jateng
Kejagung selidiki dugaan korupsi tata kelola minyak di Pertamina

Kejagung Selami Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak di Pertamina

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengkonfirmasi adanya penyelidikan yang sedang dilakukan terhadap dugaan kasus korupsi tata kelola perminyakan di PT Pertamina (Persero). JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejaksaan Agung mengatakan, penyelidikan ini dipusatkan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

“Ya, benar adanya masuk ke penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait minyak dan gas di Pertamina,” ungkap JPU melalui keterangan resmi, Rabu (21/6).

Detail mengenai ruang lingkup pengembangan kasus ini belum diungkap secara rinci. Namun, Kejagung menekankan langkah ini diambil setelah melakukan kajian mendalam terkait laporan yang diterima.

“Kami telah melakukan kajian dan rapat koordinasi guna memastikan adanya dasar hukum yang kuat sebelumとしての penanganan kasus ini ke tahap penyidikan,” jelas badan penegak hukum tertinggi di Indonesia ini.

Jejak Pertamina dan KPK

Pertamina, perusahaan energi milik negara, tak asing dengan sorotan terkait dugaan korupsi. Beberapa kasus di masa lalu melibatkan pengelolaan minyak dan gas.

Pada tahun 2015, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengusut dugaan kerugian negara melalui pengadaan pipa LPG di Pertamina. Kasus pengadaan tersebut melibatkan spekulan gas elpiji dan penggelapan dana yang mencapai miliaran rupiah.

Meskipun kasus tersebut akhirnya dibawa ke persidangan, namun hingga saat ini Kejagung masih menyelidiki aspek-aspek lain yang dianggap belum terang.

Seperti ditunjukkan oleh revisi UU KPK yang menambah kewenangan KPK dalam menyelidiki tindak pidana korupsi di BUMN.

Penyelidikan ini menandai upaya Kejagung untuk merambah lebih dalam menjadi lembaga yang bertugas memeriksa dugaan korupsi di perusahaan milik negara.

Implikasi dan Dampak

Dugaan korupsi di sektor perminyakan Indonesia memiliki implikasi yang luas, baik bagi negara maupun masyarakat.

Kinerja ekonominya, khususnya di sektor minyak dan gas bumi, dapat terganggu. Selain itu, daya beli masyarakat akan berpotensi terpengaruh karena harga BBM yang tidak stabil akibat pengelolaan yang koruptif.

“Keberadaan korupsi dalam pengelolaan minyak dan gas bumi akan merugikan masyarakat luas. Perlu ada pengawasan yang ketat dan penegakan hukum yang tegas,” ujar pakar ekonomi, (nama ahli) dikonfirmasi terpisah.

Penyelidikan yang dilakukan oleh Kejagung menjadi langkah penting untuk menjaga integritas dan akuntabilitas di sektor perminyakan.

Kejadian ini diharapkan mampu menjadi peringatan bagi berbagai pihak, khususnya para pelaku usaha di sektor vital ini.

Kejelasan hasil penyelidikan dan langkah-langkah konkret untuk preventif terhadap korupsi di sektor perminyakan akan memberikan sinyal positif bagi dunia internasional, membuktikan komitmen Indonesia dalam membangun pemerintahan yang bersih dan transparan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us