JogjaJateng .com

Kementerian ATR/BPNtargetkan peningkatan akurasi data pertanahan pada 2026

January 16, 2026 • Jogja jateng
Kementerian ATR/BPNtargetkan peningkatan akurasi data pertanahan pada 2026

Kementerian ATR/BPN Targetkan Peningkatan Akurasi Data Pertanahan pada 2026

Jakarta, (BeritaBaik) – Dalam upaya mewujudkan keterbukaan dan transparansi data pertanahan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menargetkan peningkatan akurasi data pertanahan sebesar 95% pada tahun 2026. Target ini dipegang teguh melalui sejumlah perjanjian kinerja baru di bidang pengukuran yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Ditjen SPPR).

Peningkatan akurasi data pertanahan menjadi kunci bagi pembangunan yang berkelanjutan. Data pertanahan yang akurat dan terpercaya dibutuhkan untuk berbagai sektor, mulai dari perencanaan pembangunan infrastruktur, penetapan pajak, hingga penyelesaian sengketa tanah.

Direktor Jenderal SPPR, Ir. Mohamad Sasono, mengungkapkan bahwa Ditjen SPPR berkomitmen untuk meningkatkan kualitas data pertanahan melalui penggunaan teknologi modern dan penerapan standar internasional.

“Peningkatan akurasi data pertanahan memerlukan upaya kolektif. Kami bekerja sama dengan berbagai stakeholders, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan swasta, untuk mewujudkan visi ini,” kata Sasono dalam konferensi pers.

Beberapa upaya strategis yang akan dilakukan Ditjen SPPR untuk mencapai target akurasi data pertanahan 95% pada 2026 Jogjajateng.com lain:

Penggunaan Teknologi Global Navigation Satellite System (GNSS) dan LiDAR.

GNSS dan LiDAR merupakan teknologi pengukuran jarak jauh yang memiliki akurasi tinggi dan efisiensi dalam proses pengukuran tanah. Penggunaannya akan membantu membangun basis data digital yang terpercaya dan mutakhir.

Penyusunan Aturan dan Standar Pengukuran.

Ditjen SPPR akan terus menyempurnakan peraturan dan standar pengukuran untuk memastikan konsistensi dan kualitas data yang dihasilkan. Standarisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap data pertanahan.

Penguatan Pelatihan dan Penedikan.

Program pelatihan dan pendidikan bagi para petugas pengukuran akan terus dilakukan untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan mereka dalam mengaplikasikan teknologi modern. peningkatan sumber daya manusia ini menjadi pondasi penting dalam menghasilkan data akurat.

Optimalisasi Sistem Informasi Pertanahan (SIP) .

Sistem Informasi Pertanahan (SIP) akan terus diperbaharui dan dikembangkan untuk menjadi platform yang terintegrasi dan mudah diakses untuk publik. SIP memungkinkan publik untuk mengakses data pertanahan secara transparan dan efisien.

Penegakan Aturan dan Sanksi

Ditjen SPPR juga akan tegas melakukan penegakan aturan dan menjatuhkan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang terlibat dalam penyebarluasan data pertanahan palsu atau yang tidak sah. Hal ini dilakukan untuk menjaga integritas data pertanahan dan mencegah terjadinya manipulasi.

Dengan komitmen dan upaya serius yang dilakukan, Kementerian ATR/BPN optimis dapat mencapai target akurasi data pertanahan 95% pada tahun 2026. Pengembangan dan perbaikan akses terhadap data pertanahan yang akurat diharapkan dapat memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan nasional yang merata dan berkelanjutan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us