Kementerian ESDM minta SPBU buka 24 jam di wilayah terdampak bencana
Kementerian ESDM Minta SPBU Buka 24 Jam di Wilayah Terdampak Bencana
Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar beroperasi selama 24 jam. Ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat yang terdampak bencana alam serta petugas kemanusiaan dalam melakukan tugas pelayanan darurat.
Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan banjir yang melanda tiga provinsi tersebut telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan gangguan pasokan berbagai kebutuhan pokok, termasuk BBM.
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, ketersediaan BBM bagi masyarakat dan para tenaga pertama dalam proses penanganan bencana sangat krusial. “Kami harap semua SPBU, baik milik Pertamina maupun non-Pertamina, bisa bekerja sama dan membantu masyarakat dengan tetap beroperasi selama 24 jam,” ujar Menesdm Arifin Tasrif.
“Fasilitasi proses distribusi dan logistik barang-barang bantuan juga salah satu faktor penting dalam upaya pemulihan post-bencana. Keberadaan BBM yang memadai dapat mempermudah operasional kendaraan yang dibutuhkan dalam proses ini.” tambahnya.
Kementerian ESDM berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) untuk memastikan keseimbangan pasokan dan distribusi BBM. Selain permintaan operasional 24 jam, Kementerian ESDM juga memastikan jalur distribusi BBM ke daerah terdampak bencana tetap lancar.
“Kami siapkan tim untuk memantau situasi di lapangan dan memastikan pasokan BBM terpenuhi. Kami juga menerima laporan dari berbagai pihak terkait situasi BBM di lapangan,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Purwa Atmajaya.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menambahkan, pihaknya telah menerjunkan tim untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM di daerah terdampak bencana. “Kami berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat di masa sulit ini,” ungkapnya.
Pertamina juga menyiapkan sejumlah opsi untuk mengatasi kendala distribusi, seperti menggunakan kapal tanker untuk mengirimkan BBM ke daerah yang sulit diakses.
Selain permintaan kepada SPBU, Kementerian ESDM juga menghimbau masyarakat untuk bijak dalam konsumsi BBM serta tidak melakukan panic buying.
“Situasi ini membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Mari kita jaga ketertiban dan tetap tenang,” harap Menesdm Arifin Tasrif.