JogjaJateng .com

Keraton Yogyakarta respons video dugaan pengusiran pawang hujan

January 21, 2026 • Jogja jateng
Keraton Yogyakarta respons video dugaan pengusiran pawang hujan

Keraton Yogyakarta Respons Video Dugaan Pengusiran Pawang Hujan

Yogyakarta, ( — ) – Keraton Yogyakarta memberikan tanggapan atas viralnya video yang memperlihatkan dugaan pengusiran pawang hujan Rara Istiati Wulandari alias Mbak Rara dalam prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (17/1/2023).

Dalam video yang beredar, terlihat sosok Mbak Rara yang mengenakan baju adat Jawa digiring keluar dari area prosesi Labuhan. Ia terlihat berkonfrontasi dengan sejumlah orang yang bersama Rara, kemudian aparat kepolisian ikut membantu untuk mengamankan situasi.

Menanggapi kejadian tersebut, Kadiv Keraton Yogyakarta, KPH GKR Putri Aline Manas Mendel melaporkan bahwa Keraton Yogyakarta tidak pernah mengeluarkan pernyataan formal atau resmi terkait pengusiran Mbak Rara.

“Keraton Yogyakarta tidak pernah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian tersebut. Beberapa pernyataan yang beredar di media sosial dan publik kurang akurat,” jelas beliau.

GKR Putri Aline menambahkan bahwa Mbak Rara memang tidak diundang dalam prosesi Labuhan di Pantai Parangkusumo pada Selasa (17/1). Ia menekankan bahwa prosesi Labuhan adalah kegiatan ritual yang sudah dijalankan secara turun-temurun oleh keluarga Keraton Yogyakarta dan melibatkan pihak keluarga yang berhak mengalakannya.

“Prosesikan Labuhan dilaksanakan secara ritual dan tidak melibatkan pihak luar tanpa undangan khusus. Keterlibatan Mbak Rara pada tahun-tahun sebelumnya memang ada, tetapi tidak otomatis berarti beliau selalu diundang dalam setiap pelaksanaan,” ujar beliau.

Mengenai aksi penggerebekan oleh sejumlah pihak terhadap Mbak Rara, GKR Putri Aline menghimbau agar publik tetap menjaga ketertiban dan menghargai prosesi ritual yang diadakan oleh Keraton Yogyakarta.

“Kami harapkan masyarakat tetap menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan sekitar Keraton dan tidak menyebarkan informasi yang belum tentu benar. Perbedaan pilihan dan pandangan dapat kita hormati,” katanya.

Kejadian ini telah menuai berbagai reaksi dari publik. Ada yang mendukung Mbak Rara dan menilai tindakan pengusiran tersebut tidak sesuai, sementara ada juga yang memahami posisi Keraton Yogyakarta.

Hingga saat ini, Mbak Rara sendiri juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait kejadian tersebut.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us