JogjaJateng .com

Ketua Umum PBNU dan Rais Aam menyepakati muktamar bersama

December 25, 2025 • Jogja jateng
Ketua Umum PBNU dan Rais Aam menyepakati muktamar bersama

Ketua Umum PBNU dan Rais Aam Sepakati Muktamar Bersama 2026

KEDIRI – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar telah sepakat untuk menggelar muktamar bersama dalam Ke-32 Kongres PBNU yang akan dilaksanakan pada tahun 2026. Keputusan ini diambil pada rapat tertutup Jogjajateng.com kedua pimpinan tertinggi PBNU yang diadakan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur.

Rapat yang berlangsung sejak siang hingga sore hari itu membahas beberapa hal penting terkait PBNU, salah satunya mengenai pelaksanaan muktamar di masa mendatang. KH Miftachul Akhyar mengungkapkan bahwa muktamar bersama menjadi aspirasi yang kuat dari berbagai struktural PBNU dan kaum akan.

“Muktamar bersama ini sebenarnya sudah menjadi aspirasi banyak kalangan. Harapannya, muktamar bersama bisa mendorong dinamika dan strategi yang lebih kuat bagi PBNU ke depannya,” ujarnya.

KH Yahya Cholil Staquf menambahkan, langkah ini diambil dengan mempertimbangkan berbagai masukan dan saran dari seluruh elemen NU. Menurutnya, muktamar bersama diharapkan mampu memperkuat persatuan dan kesatuan dalam tubuh organisasi umat Islam terbesar di Indonesia tersebut.

“Kami sepakat untuk mewujudkannya. Muktamar bersama akan menjadi momentum penting bagi PBNU dalam menunaikan amanah dan tanggung jawabnya sebagai organisasi umat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” ucap KH Yahya.

Tantangan dan Harapan Muktamar Bersama

Meskipun telah disepakati, pelaksanaan muktamar bersama tahun 2026 tidak tanpa tantangan. KH Miftachul Akhyar menyatakan bahwa salah satu tantangannya adalah dalam menjaga rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta muktamar.

“Kita harus melakukan persiapan matang agar muktamar berjalan yang aman dan nyaman bagi semua peserta, serta memberikan ruang yang luas untuk diskusi dan musyawarah,” ujarnya.

KH Yahya Cholil Staquf sepakat dengan hal tersebut, dan menambahkan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk memastikan pelaksanaan muktamar bersama berjalan sukses. “Kami yakin dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang sinergis, muktamar bersama dapat menjadi wadah bagi kita untuk dialog dan menemukan solusi terbaik bagi masa depan PBNU,” ucapnya.

Komitmen Pengabdian

Sepanjang diskusi, kedua pimpinan tertinggi PBNU menekankan komitmen terhadap pengabdian pada umat dan bangsa.

KH Yahya Cholil Staquf menasriefkan bahwa PBNU di masa depan akan terus memperkuat peran dan fungsi sebagai organisasi Islam terbesar dan moderat di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk mengengager seluruh potensi umat Islam untuk berkontribusi dalam membangun Indonesia yang adil makmur dan harmonis,” tegasnya.

KH Miftachul Akhyar menambahkan bahwa PBNU juga akan terus memperjuangkan kepentingan rakyat, khususnya kaum lemah dan terpinggirkan. “PBNU akan menjadi cermin dan mitra bagi pemerintah dalam membangun bangsa,” ujarnya.

Dengan keputusan muktamar bersama tahun 2026, PBNU diharapkan dapat semakin kuat, solid, dan berperan lebih aktif dalam pembangunan bangsa dan negara.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us