JogjaJateng .com

Komdigi mengintegrasikan 27 ribu aplikasi pusat dan daerah untuk SPBE

January 21, 2026 • Jogja jateng
Komdigi mengintegrasikan 27 ribu aplikasi pusat dan daerah untuk SPBE

Kominfo Integrasikan 27 Ribu Aplikasi Pusat dan Daerah Ke dalam SPBE

Jakarta, – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berhasil mengintegrasikan lebih dari 27 ribu aplikasi dari berbagai instansi pusat dan daerah ke dalam Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Pengumuman ini disampaikan oleh Menteri Kominfo, Budi Arianto, pada kesempatan pembukaan Seminar Nasional SPBE dan Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang diselenggarakan pada Selasa (19 September 2023).

“Saat ini, sudah terintegrasi lebih dari 27 ribu aplikasi dari seluruh kementerian dan lembaga, serta aplikasi dari pemerintah daerah,” ujar Budi Arianto dalam sambutannya.

Menurut Budi, integrasi ini merupakan tonggak penting dalam upaya menuju implementasi SPBE secara penuh. Program SPBE menjadi fondasi utama pemerintahan berbasis digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Budi Arifanto menekankan, SPBE diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan publik, mempercepat proses pengurusan administrasi, dan mengurangi birokrasi. “Dengan SPBE, masyarakat tidak perlu lagi berurusan dengan banyak instansi dan dokumen fisik. Semua proses dapat dilakukan secara online, dan panitia penyelenggara acara mengharapkan agar data pemerintah dapat terintegrasi dan terhubung dengan baik,” katanya.

Seminar Nasional SPBE dan Implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) ini dihadiri oleh para tokoh dan praktisi di bidang pemerintahan dan teknologi informasi. Acara ini menjadi platform bagi pembahasan strategi dan implementasi SPBE yang inklusif dan berkelanjutan.

“Kita harus terus berinovasi dan berkolaborasi untuk mengembangkan SPBE yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia,” ungkap Budi Arianto.

Kominfo terus berupaya mendorong integrasi aplikasi pemerintah ke dalam SPBE. Selain itu, Kominfo juga sedang mengembangkan berbagai fitur dan layanan baru yang dapat meningkatkan kemudahan dan efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Tantangan dan Peluang SPBE

Meskipun telah berhasil mengintegrasikan ribuan aplikasi, program SPBE masih menghadapi beberapa tantangan.

Salah satunya adalah minimnya pemahaman dan dukungan dari aparatur sipil negara (ASN) di daerah hal ini trukungkan Budi, “Kita menyadari masih ada kendala dalam penerapan SPBE di beberapa daerah. Beberapa ASN belum familier dengan teknologi dan membutuhkan dukungan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam menggunakan SPBE.

Tentu saja, Kominfo berkomitmen untuk memberikan pelatihan dan dukungan teknis kepada ASN di seluruh Indonesia. Kominfo juga terus berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah untuk memastikan bahwa SPBE dapat terimplementasikan secara efektif di seluruh daerah.

Budi Arianto optimis bahwa SPBE akan menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pemerintahan di Indonesia. “SPBE merupakan landasan untuk membangun pemerintahan yang transparan, akuntabel, efisien dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan implementasi SPBE akan berdampak positif untuk perkembangan ekonomi digital Indonesia. SPBE dapat mendorong investasi di sektor teknologi informasi, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us