Korsel kutuk peluncuran rudal Korut, sebut pelanggaran resolusi PBB
Korsel Kutuk Peluncuran Rudal Korut, Sebut Pelanggaran Resolusi PBB
Seoul, Korea Selatan – Kantor Keamanan Nasional Kepresidenan Korea Selatan (NSC) pada Selasa (17 Oktober 2023) mengutuk peluncuran rudal balistik terbaru yang dilakukan oleh Korea Utara. NSC menyatakan peluncuran tersebut merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB dan mendesak Pyongyang untuk segera menghentikan provokasi militernya.
Penuturan ini disampaikan setelah Korea Utara secara resmi mengonfirmasi peluncuran rudal balistik jarak menengah (IRBM) pada Senin (16 Oktober 2023).
Dalam pernyataan resminya, NSC menekankan bahwa peluncuran rudal yang dilakukan pada hari Senin tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap resolusi PBB dan mengancam stabilitas keamanan regional.
“Peluncuran rudal ini menunjukkan sikap provokatif dan agresif dari Pyongyang. Kami meminta Korut segera menghentikan semua kegiatan militer yang mengancam perdamaian dan keamanan,” ujar NSC dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh kantor berita agensi pemerintah Korea Selatan.
Pernyataan NSC juga menegaskan kembali komitmen Korea Selatan untuk bekerja sama dengan negara-negara mitra, seperti Amerika Serikat dan Jepang, untuk menjaga keamanan kawasan.
“Korea Selatan akan terus memantau situasi dengan saksama dan melakukan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan dan stabilitas nasional,” lanjutnya.
Peluncuran rudal terbaru Korut ini juga mendapatkan kecam dari komunitas internasional. Sekjen PBB, Antonio Guterres, mengecam aksi Korut dan menyerukan Pyongyang untuk menghentikan pelanggaran resolusi PBB.
“Saya sangat mengutuk peluncuran rudal balistik oleh Korea Utara,” ujar Guterres dalam sebuah pernyataan.
Pada Senin (16 Oktober 2023), Korea Selatan menyatakan akan meningkatkan kegiatanya di bidang pertahanan dan keamanan sebagai respons atas tindakan provokatif dari Korut.
“Sebagai bukti komitmen kami terhadap keamanan nasional, Korsel akan meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan,” kata seorang pejabat pemerintah Korea Selatan dalam sebuah konferensi pers.
Langkah ini menggarisbawahi ketegangan yang terus membesar Jogjajateng.com dua belah negara.
Meskipun kedua belah negara belum terlibat dalam konflik bersenjata langsung, peluncuran rudal balistik terus menjadi ancaman signifikan bagi keharmonisan regional.
Intensitas kegiatan militer Korut semakin meningkatkan kekhawatiran negara-negara tetangga, serta dunia internasional.
Pelaksanaan diplomasi dan dialog menjadi penting untuk mencegah eskalasi konflik dan mendorong denuklirisasi di Semenanjung Korea.