Mahasiswi UNY-Unsam ajarkan ngaji anak penyintas banjir Aceh Tamiang
Mahasiswi UNY-Unsam Bagikan Kenangan dan Keindahan Al-Quran kepada Anak-anak di Tengah Duka Banjir Aceh Tamiang
Aceh Tamiang, Aceh – Gempa bumi dan tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 meninggalkan luka besar bagi masyarakat setempat. Bertahun-tahun berlalu, Aceh Tamiang kembali tertimpa bencana banjir besar yang menghancurkan rumah dan kehidupan warga. Di tengah keterpurukan dan kehilangan, kini muncul harapan dari sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Samudra (Unsam) yang terlibat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kemanusiaan.
Melalui program ini, mereka membawa cahaya semangat dan kecerdasan dengan mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak penyintas banjir di wilayah Aceh Tamiang. Eka Pratiwi, salah satu mahasiswa UNY yang terlibat, mengatakan bahwa ia ingin berbagi pengetahuan Al-Quran kepada anak-anak di daerah terdampak banjir. “Hal ini menjadi bentuk kepedulian kami dan semoga dapat menjadi obat hati di tengah situasi sulit mereka saat ini,” ujar Eka, “Yang terpenting bagi kami adalah memberikan semangat dan menghibur hati mereka melalui aktivitas mengaji yang memiliki nilai spiritual yang mendalam.”
Anak-anak yang kehilangan rumah dan barang-barang berharga tampak antusias mengikuti kegiatan mengaji. Di bawah bimbingan Eka dan beberapa mahasiswa lain, mereka belajar pengucapan dan maknanya. Meskipun tertimpa bencana, tatapan mata mereka masih bersinar, menunjukkan semangat dan keinginan untuk belajar yang kuat.
“Adik-adik belajar sungguh cepat dan semangatnya luar biasa,” tutur Eka dengan senyum bangga. “Meskipun mereka menghadapi kesulitan, mereka tetap ingin belajar. Ini menunjukkan ketahanan mental mereka yang luar biasa dan mendorong kami untuk lebih giat membantu mereka.”
Selain mengajarkan Al-Quran, mahasiswa juga memberikan semangat dan dukungan moral kepada anak-anak. Mereka menceritakan kisah pahlawan dan tokoh inspiratif, menyenangkan diri dengan bermain, dan membagi hadiah kecil untuk menguatkan semangat mereka.
Siti Nurinda salah satu anak yang ikut belajar mengaji, bercerita tentang kebahagiaannya saat mengikuti kegiatan ini. “Saya senang karena bisa belajar mengaji, dan teman-teman mahasiswa selalu menyenangkan,” ungkap Siti dengan gembira. “Kegiatan ini membantu saya melupakan sedikit kesedihan karena banjir.” Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu anak-anak untuk tetap semangat di tengah kondisi sulit yang mereka hadapi.
KKN kemanusiaan menjadi bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan.
Mahasiswa UNY dan Unsam membawa semangat dan ilmu dalam bentuk yang sederhana, namun memiliki dampak besar bagi anak-anak penyintas banjir di Aceh Tamiang. Program ini bukan hanya sekedar berbagi ilmu, tetapi juga tentang membangun relasi dan memberikan kekuatan moral kepada warga di masa pemulihan.
Semoga program serupa dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi para mahasiswa untuk berkontribusi positif dalam membangun Indonesia.