JogjaJateng .com

Mendikdasmen: Sekolah terdampak bencana terapkan fleksibilitas asesmen

January 5, 2026 • Jogja jateng
Mendikdasmen: Sekolah terdampak bencana terapkan fleksibilitas asesmen

Mendikdasmen: Sekolah Terdampak Bencana Terapkan Fleksibilitas Asesmen

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memastikan kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan yang terdampak bencana akan tetap mengacu pada kurikulum nasional adaptif. Ia menekankan fleksibilitas dalam pelaksanaan asesmen sebagai strategi utama untuk mendukung proses belajar mengajar di tengah kondisi sulit.

“Pemerintah berkomitmen untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran bagi seluruh siswa, termasuk mereka di daerah terdampak bencana. Kita terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan dukungan, salah satunya melalui fleksibilitas dalam pelaksanaan asesmen,” ujar Mendikdasmen Abdul Mu’ti dalam siaran pers yang dibagikan secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Mendikdasmen menjelaskan bahwa kurikulum nasional yang adaptif sudah dirancang dengan mempertimbangkan berbagai situasi, termasuk keadaan darurat seperti bencana. “Kurikulum ini dinamis dan fleksibel, sehingga dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan siswa,” jelasnya.

Fleksibilitas dalam asesmen dilangsungkan untuk memberikan ruang bagi siswa di daerah terdampak bencana untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran tanpa terbebani tekanan nilai. Beberapa langkah yang diambil Kemendikdasmen untuk mendukung fleksibilitas asesmen Jogjajateng.com lain:

Penyesuaian Jadwal:   

Pelaksanaan asesmen dapat disesuaikan dengan situasi lapangan dan kondisi siswa di daerah terdampak bencana. Kemendikdasmen dapat memperpanjang batas waktu pelaksanaan, mengalihkan format asesmen, atau bahkan menunda pelaksanaan jika diperlukan.

Pemanfaatan Metode Asesmen Alternatif:   Kemendikdasmen menungkinkan penggunaan metode asesmen alternatif, seperti wawancara, portofolio, atau penilaian produktif, selain tes tertulis yang biasanya digunakan. 

Pertimbangan Kondisi Khusus:  

Guru di kawasan terdampak bencana diberikan kebebasan untuk mempertimbangkan kondisi khusus setiap siswa dalam menentukan metode dan bentuk penilaian.

Peningkatan Fasilitas dan Dukungan:   

Pemerintah dan berbagai pihak terus berupaya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah terdampak bencana dan memberikan dukungan bantuan bagi siswa yang membutuhkan, termasuk akses terhadap literasi dan teknologi.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memaksimalkan proses pembelajaran bagi seluruh siswa, termasuk mereka yang terdampak bencana. “Kami ingin memastikan bahwa tragedi bencana tidak menjadi hambatan bagi masa depan pendidikan mereka,” katanya.

Kesimpulan

Fleksibilitas asesmen menjadi salah satu strategi utama Kemendikdasmen dalam membantu pendidikan siswa di daerah terdampak bencana. Program tersebut dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memastikan setiap siswa dapat terus berkembang tanpa terdampak kondisi sulit yang dihadapi.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us