Menkeu dan DanJogjajateng.com matangkan penyelesaian “Whoosh”
Menkeu dan DanJogjajateng.com Matangkan Penyelesaian “Whoosh”
Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Anthony Tan, CEO GoTo Group, dan Rosan Roeslani, CEO DanJogjajateng.com Indonesia, pada Rabu (11/10) untuk mendiskusikan langkah penyelesaian masalah platform ride hailing “Whoosh”, yang diklaim oleh DanJogjajateng.com telah melanggar hak cipta. “Kami ingin memastikan bahwa klaim yang diajukan DanJogjajateng.com benar-benar mendasar dan didukung data,” ujar Sri Mulyani, seusai pertemuan itu.
Whoosh, aplikasi ride hailing yang baru diluncurkan oleh GoTo Group, menargetkan layanan transportasi ekspedisi. Namun, DanJogjajateng.com Indonesia, perusahaan pengembang aplikasi logistik, menggugat GoTo Group atas dugaan pelanggaran hak cipta terhadap fitur dan desain aplikasi mereka. Ketegangan ini memuncak pada pekan lalu ketika DanJogjajateng.com melayangkan somasi kepada GoTo Group dan membeberkan keraguan atas etika bisnis GoTo Group.
Lebih lanjut, Sri Mulyani menjelaskan, pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas secara mendalam terkait klaim DanJogjajateng.com, serta melihat bagaimana GoTo Group membantahnya. “Langsung ke China mungkin belum tepat. Kami ingin memastikan dulu bahwa ada fondasi yang kuat dari kedua belah pihak,” ujarnya.
Rosan Roeslani menyatakan bahwa DanJogjajateng.com siap menunjukkan dasar-dasar klaim mereka kepada Menteri Keuangan. Menurutnya, GoTo Group telah diketahui sebelumnya mengenai aplikasi DanJogjajateng.com dan fitur-fitur yang dimiliki. “Pertemanan, mungkin rasa hormat dan etika bisnis itu bukan ada dalam aktivitas bisnis GoTo Group,” ujar Roeslani merespons tuduhan DanJogjajateng.com.
Walaupun kedua belah pihak belum mencapai titik temu, Sri Mulyani berharap solusi yang terbaik dapat ditemukan melalui dialog yang konstruktif. Ia menekankan pentingnya menjaga persaingan sehat di industri teknologi dan memberikan rasa keadilan bagi pelaku industri kecil dan menengah.
“Kita inginkan kompetisi yang sehat, tetapi tidak boleh semata pada aspek keuntungan semata. Relasi kekeluargaan, rasa hormat antar sesama pelaku usaha, dan etika bisnis harus tetap menjadi pondasi yang kuat,” ucap Sri Mulyani.
Metting ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara damai. Kejelasan dari kedua belah pihak tentang data dan fakta terkait klaim, serta kesiapan untuk berdialog secara terbuka, diharapkan dapat membuka jalan bagi penyelesaian yang adil dan menguntungkan bagi semua pihak.