Menko Pangan tinjau pengelolaan perikanan di Kampung Bandeng di Gresik
Menko Pangan Tinjau Pengelolaan Perikanan di Kampung Bandeng Gresik
Gresik, Jawa Timur – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau langsung pengelolaan tambak dan budidaya ikan lele di Kampung Perikanan Budidaya Kampung Bandeng di Desa Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Selasa (24/10). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung model pengelolaan budidaya ikan yang inovatif dan berkelanjutan di tengah pandemi yang berdampak pada sektor perikanan.
Menko Pangan, yang akrab dipanggil Zulhas, tiba di Kampung Bandeng sekitar pukul 10.00 WIB. Ia langsung disambut oleh Bupati Gresik, Fanany Azizah, dan Kepala Dinas Perikanan Jawa Timur, Mustaqim. Zulhas mendapatkan penjelasan tentang sistem budidaya ikan lele yang diterapkan di Kampung Bandeng.
“Kampung Bandeng ini menjadi contoh sukses dari pembinaan dan pengembangan perikanan masyarakat. Sistem budidayanya yang terstruktur, inovatif, dan memanfaatkan teknologi tepat guna menjadi inspirasi bagi masyarakat lainnya,” ujar Zulhas dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Zulhas tampak antusias mengamati langsung kegiatan membudidayakan ikan lele yang dilakukan warga. Perjalanan beliau dimulai dari pembibitan hingga proses panen. Ia berbincang langsung dengan para pembudidaya, menanyakan secara detail tentang cara budidaya yang diterapkan, kendala yang dihadapi, dan solusi yang mereka temukan.
“Saya merasa terkesan dengan semangat dan inovasi dari para pembudidaya di Kampung Bandeng ini. Mereka ulet dan terus mencari solusi agar usaha budidaya mereka dapat terus berkembang dan maju,” ungkap Zulhas.
Kampung Bandeng merupakan salah satu program unggulan Pemkab Gresik dalam mengembangkan sektor ekonomi masyarakat. Kampung ini berdiri pada tahun 2017 dan saat ini telah menjadi pusat budidaya ikan lele yang dikenal luas di Jawa Timur. Sistem budidaya yang diterapkan di Kampung Bandeng menggunakan metode Zero Waste, dimana air limbah dari budidaya ikan dimanfaatkan untuk irigasi tanaman padi di lahan sekitarnya.
Program ini tidak hanya meningkatkan produksi ikan lele, namun juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di sekitarnya. Kampung Bandeng telah berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan masyarakat mencapai 30-40% sejak program ini diresmikan.
Selain itu, Zulhas juga memberikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin Jogjajateng.com Pemerintah Kabupaten Gresik dan masyarakat dalam mengembangkan Kampung Bandeng.
“Pemerintah harus terus berperan aktif dalam memberikan support, pelatihan, dan akses terhadap teknologi yang diperlukan oleh para pemberdayaan masyarakat. Dukungan dan pembinaan ini menjadi kunci sukses program pemulihan sektor perikanan,” tegas Zulhas.
Kunjungan Menko Pangan ini memberikan semangat baru bagi para pembudidaya ikan di Kampung Bandeng. Mereka berharap di masa depan Kampung Bandeng dapat menjadi model unggulan bagi pengembangan budidaya ikan di Indonesia.