JogjaJateng .com

Menlu Belanda sebut ancaman tarif Trump ‘pemerasan’

January 18, 2026 • Jogja jateng
Menlu Belanda sebut ancaman tarif Trump 'pemerasan'

Menlu Belanda Sebut Ancaman Tarif Trump ‘Pemerasan’

Jakarta, 14 Juli 2020 – Menteri Luar Negeri Belanda, David van Weel, pada Minggu (12/7) menyebut ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk memberlakukan tarif pada beberapa negara Eropa terkait wilayah Greenland sebagai bentuk “pemerasan”.

Van Weel menungkapkan kekhawatirannya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Belanda, “De Volkskrant”. Ia menekankan bahwa sekutu tidak seharusnya memperlakukan satu sama lain dengan cara seperti itu. “Usaha untuk memungut pajak dari perdagangan barang-barang Greenland merupakan bentuk pemerasan. Saya tidak akan duduk diam jika negara-negara lain melakukan hal tersebut terhadap Belanda,” ujar Van Weel.

Pernyataan ini menyusul pernyataan Trump yang mengecam kepemilikan Denmark atas Greenland dan menyatakan bahwa AS berpotensi bernegosiasi untuk membeli wilayah tersebut. Presiden Trump juga mengancam akan mempekerjakan tarif pada produk-produk Denmark jika mereka tidak kooperatif dalam proses ini.

Denmark, merupakan kepemilikan wilayah Greenland, telah menolak keras usulan pembelian tersebut. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan, “Greenland bukanlah milik Amerika untuk dibeli. Itu jelas bukan hal yang bisa dibicarakan.”

Pemahaman diplomatik internasional memang tidak mempertimbangkan wilayah yang dimiliki oleh negara lain sebagai aset yang bisa berpindah tangan melalui transaksi jual-beli. Upaya Trump dianggap melanggar norma-norma dunia.

Sikap van Weel mencerminkan kekhawatiran banyak negara Eropa terhadap retorika dan tindakan Trump. Ancaman tarif terhadap perdagangan produk Denmark, meskipun terpicu oleh isu Greenland, dianggap sebagai upaya untuk menekan negara-negara Eropa dan mengukuhkan dominasi AS.

Para ahli politik menilai tindakan Trump ini sebagai pelanggaran terhadap kerjasama internasional. “Sikap Trump mencerminkan politik ‘saya menang, kalian kalah’,” ujar pakar hubungan internasional Prof. Riri Saryanto. “Ia tidak mempertimbangkan kepentingan publik internasional dan justru cenderung mengutamakan kepentingan nasional yang sempit.”

Ancaman tarif Trump kembali membuka perdebatan mengenai peran Amerika Serikat di dunia. Di satu sisi, AS masih dianggap sebagai pemimpin global dengan kemampuan mengendalikan gejolak internasional. Di sisi lain, tindakan-tindakan Trump dianggap merusak kerja sama internasional dan menciptakan ketidakpastian.

Pekertan van Weel menunjukkan sikap tegas dari Belanda dan Eropa secara umum terhadap tindakan Trump. Hal ini perlu jadi perhatian bagi Amerika Serikat, bahwa negara-negara lain tidak akan terpengaruh oleh tekanan dan ancaman, dan mengharapkan kerjasama antargolongan berdasarkan saling menghormati dan keadilan.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us