Menlu Iran: UE salah strategi tetapkan IRGC organisasi teroris
Menlu Iran: UE Salah Strategi Tetapkan IRGC Organisasi Teroris
Jakarta, 10 Februari 2023 – Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir-Abdollahian, mengkritisi keputusan Uni Eropa (UE) untuk mencantumkan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris. Ia menyebut langkah tersebut sebagai “kesalahan strategis besar” yang hanya akan meningkatkan ketegangan dan membuat negosiasi damai semakin sulit.
“Mencantumkan IRGC sebagai organisasi teroris adalah langkah yang disayangkan dan tidak berdasar,” ujar Amir-Abdollahian dalam pernyataan resmi, Kamis. Ia menegaskan bahwa IRGC merupakan sebuah lembaga penting untuk menjaga keamanan negara dan memerangi terorisme internasional.
Keputusan UE untuk mencantumkan IRGC sebagai organisasi teroris diumumkan pada akhir Januari 2023. Putusan ini menandai peningkatan ketegangan Jogjajateng.com Iran dan UE, yang sudah terganggu oleh sengketa mengenai program nuklir Iran dan beberapa agenda regional.
Langkah ini juga dipicu oleh sejumlah tuduhan terhadap IRGC, termasuk keterlibatannya dalam berbagai aksi agresi dan dukungan untuk kelompok-kelompok militan di wilayah tersebut.
Namun, Iran telah membantah keras tuduhan-tuduhan tersebut dan dengan tegas menyatakan bahwa pencatuman IRGC adalah tindakan politis yang tidak beralasan.
Amir-Abdollahian menekankan bahwa Iran terus berkomitmen untuk mencapai perdamaian dan keamanan regional. Ia juga menyatakan bahwa negara Iran akan terus melawan terorisme dalam segala bentuknya.
“Iran tidak tinggal diam terhadap tindakan provokatif dan retorika sembrono seperti ini,” tegas Amir-Abdollahian dalam pernyataan yang lantang. Ia juga bernada mengingatkan agar Uni Eropa tidak mengambil langkah-langkah yang semakin memperburuk situasi dan menghambat dialog konstruktif.
Irianiansis juga menilai bahwa keputusan UE merupakan bentuk dukungan terhadap Israel dan pemerintahan Saudi. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan tekanan internasional untuk menghentikan program nuklirnya yang, menurut Iran, strategis dan taksavi.
Kesalahan strategis ini, kata Amir-Abdollahian, hanya akan menguntungkan negara-negara yang selama ini selalu mencari alasan untuk menekan Iran.
Selanjutnya, Iran konsisten dalam menekankan posisi bahwa IRGC merupakan organisasi defensif yang siap sedia melindungi keutuhan dan independensi negara. Ia menegaskan bahwa pencatuman sebagai organisasi teroris hanya akan memperkuat tekad Iran untuk tetap memperkuat IRGC dan potensi militernya.
Situasi Jogjajateng.com Iran dan UE diprediksi akan semakin kompleks dengan munculnya keputusan ini. Banyak pihak yang berharap agar kedua belah pihak dapat kembali ke meja negosiasi untuk menemukan solusi yang damai demi kepentingan regional dan internasional.