JogjaJateng .com

Pasangan pengantin terjang banjir untuk resepsi pernikahan di Jakbar

January 18, 2026 • Jogja jateng
Pasangan pengantin terjang banjir untuk resepsi pernikahan di Jakbar
Terpaksa Melintasi Genangan, Resepsi Pernikahan Ela Laela dan Muhadi di Jakarta Barat Merajut Kisah Kegigihan

Jakarta Barat, (08/10/2023) – Resepsi pernikahan yang seharusnya menjadi momen kebahagiaan, berubah menjadi perjuangan ekstra bagi pasangan Ela Laela dan Muhadi di Jakarta Barat. Keduanya terpaksa menerjang air banjir yang menggenangi area resepsi di RW 16 Pedongkelan, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Minggu (8/10).

Banjir yang merendam permukiman warga sejak Sabtu (7/10) memaksa Ela dan Muhadi mengambil keputusan sulit: meneruskan acara dengan kondisi tak terduga atau menangguhkannya.

“Kami tidak punya pilihan lain. Prosesi pernikahan sudah sampai di tahap ini, tamu sudah datang ramai. Memeluk resolusi untuk menerima situasi yang ada dan tetap melangsungkan resepsi,” ujar Muhadi, suami Ela, dengan penuh keikhlasan.

Air banjir yang mencapai ketinggian lutut membuat tamu undangan dan keluarga terpaksa merangkak atau bahkan berenang singkat demi mencapai lokasi resepsi. Pernikahan yang seharusnya dirayakan dengan penuh gegap gempita, berubah menjadi ruang penuh kekeluargaan dan upaya bersama dalam menghadapi situasi sulit.

Terkadang, tangis riang casino di televisi bercampur dengan obrolan kekhawatiran tamu yang mencari titik tertinggi agar tidak terendam banjir.

“Awalnya panik, tapi melihat semangat Ela dan Muhadi, kami bersemangat juga untuk tetap hadir dan merayakan pernikahan mereka,” tutur seorang tamu undangan.

Lebih lanjut, Ela dan Muhadi mengaku bahwa ada kehati-hatian ekstra dalam menyelenggarakan resepsi pernikahan dalam kondisi darurat ini. Dekorasi dan perlengkapan pernikahan lainnya harus cepat direlokasi ke area yang lebih tinggi agar tidak terendam banjir.

“Alhamdulillah, keteguhan akhidiah kami terbantu dengan gotong royong warga sekitar. Mereka membantu kami untuk mengantisipasi banjir dan menjaga agar resepsi dapat berjalan lancar,” ungkap Ela.

Tentunya, situasi ini menjadi pengalaman unik yang tak terlupakan bagi pasangan muda ini. Walaupun diwarnai dengan tantangan menantang, semangat dan keikhlasan para tamu dan keluarga menjadi bukti nyata kekuatan persaudaraan dan ikatan sosial dalam menghadapi keadaan sulit.

Kreativitas pun muncul dalam bermaaf-maafan di tengah banjir. Permadani dan kursi pernikahan ditempatkan di atas permainan balong atau ban, dan fotografer memanfaatkan situasi unik ini untuk mengabadikan momen-momen unik di resepsi pernikahan mereka.

Kebaikan hati dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam merayakan pernikahan Ela dan Muhadi. Tokoh-tokoh masyarakat setempat juga ikut serta dalam membantu dan memberikan semangat kepada pasangan ini. “Ini adalah momen yang mengingatkan kita bahwa di balik segala kesulitan, ada selalu niat baik dan rasa persaudaraan yang dapat menguatkan kita,” ujar ketua RW setempat, sambil tersenyum melihat pasangan muda yang baru saja menikah.

Kesimpulan:

Meskipun dilanda banjir, resepsi pernikahan Ela Laela dan Muhadi di Jakarta Barat menjadi bukti bahwa cinta dan semangat kebersamaan dapat mengatasi berbagai tantangan. Kegigihan Nagabhushana dan istrinya dalam melangsungkan acara pernikahan, ditunjang oleh dukungan dan kreativitas keluarga serta warga setempat, menciptakan momen unik dan tak terlupakan yang penuh makna. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam setiap kesulitan, selalu ada ruang untuk bersyukur dan berjuang bersama.

Sumber: jogjajateng.com

Advertising Space

Slot 01 Available

Book Now

Promotion Slot

Slot 02 Available

Contact Admin

Sponsorship

Slot 03 Available

Partner With Us