PBNU: Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace untuk Palestina
PBNU: Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace untuk Palestina
Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai positif langkah Indonesia yang bergabung dengan Board of Peace, forum yang diinisiasi Amerika Serikat untuk mencari solusi damai bagi konflik Israel-Palestina. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf mengatakan, keikutsertaan Indonesia merupakan bentuk nyata dukungan terhadap perjuangan Palestina yang terus dicenceng ketegangan dan konflik.
“Kami menilai ini adalah langkah yang perlu dilalui dan harus diambil oleh Indonesia agar terus berkontribusi dalam penyelesaian konflik tersebut,” ujar Yahya dalam keterangan resmi PBNU, dikutip Rabu (16/8/2023).
Board of Peace dibentuk dengan tujuan untuk mencari jalan damai dan diplomatis bagi konflik Israel-Palestina. Board ini dibina oleh Pemerintah AS dan terdiri dari berbagai negara dan organisasi internasional yang memiliki komitmen untuk memajukan perdamaian di wilayah tersebut.
Indonesia, sebagaimana diketahui, sejak lama menjadi salah satu negara yang vokal mendukung hak-hak Palestina dalam mencapai kemerdekaan secara penuh. Dukungan ini terwujud melalui berbagai bentuk, baik dalam forum internasional maupun secara bilateral dengan Israel dan Palestina.
Lebih lanjut, Yahya menjelaskan, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace menawarkan peluang strategis untuk memperkuat pemahaman dan dialog antar pihak, serta menemukan solusi yang diterima semua belah pihak. “Tentunya, sebagai saudara kemanusiaan, Indonesia ingin melihat Palestina bisa hidup damai dan berdaulat. Ini adalah kontribusi nyata yang dapat diberikan Indonesia di lokasi konflik yang kompleks ini,” jelasnya.
Menurut Yahya, PBNU ikut mendorong pemerintah untuk terus aktif berperan dalam penyelesaian konflik Palestina. PBNU menekankan pentingnya pendekatan diplomasi yang konsisten dan strategis dalam mencapai solusi damai bagi Palestina.
“Kita satukan tekad untuk terus bersaksi dan berjuang dalam mengupayakan perdamaian bagi Palestina sambil tetap menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Indonesia,” pungkasnya.
Meskipun beberapa pihak mengkritik keikutsertaan Indonesia dalam forum yang diinisiasi oleh AS, PBNU melihat Board of Peace sebagai kesempatan yang berpotensi besar untuk mendudukkan isu Palestina dalam konteks yang lebih luas, melibatkan berbagai negara dan lembaga internasional, dan mendorong proses dialog yang konstruktif untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan.
PBNU berharap, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace dapat membuka jalan bagi solusi damai dan kesejahteraan bagi kedua belah pihak, dan sekaligus menjadi contoh nyata bagi dunia dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang diplomatis dan damai.