Pertamina Patra Niaga mengenalkan biosolar B40 untuk industri
Pertamina Patra Niaga Kenalkan Biosolar B40 untuk Industri
JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina yang bergerak di bidang pemasaran dan distribusi energi, resmi memperkenalkan inovasi biosolar dengan kandungan biodiesel mencapai 40% (B40) untuk menjawab tantangan teknis penggunaan biodiesel pada mesin diesel yang beroperasi berat.
Inovasi ini ditujukan untuk sektor industri yang memiliki kebutuhan energi besar dan masih menghadapi kendala dalam menggunakan biodiesel B20 yang lebih rendahedarial komposisi.
VP Business Development and Partnership Pertamina Patra Niaga, Syahlan, mengatakan bahwa peluncuran biosolar B40 merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina Patra Niaga untuk mendorong transformasi energi dalam negeri.
“Kami memahami tantangan penggunaan biodiesel ini, khususnya bagi industri yang mengandalkan mesin diesel berat. Dengan mengenalkan biosolar B40, kami ingin memberikan solusi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi industri Indonesia,” kata Syahlan dalam keterangan resmi yang diterima Senin (23/10/2023).
Biosolar B40 merupakan produk pengganti diesel fosil yang terdiri dari 60% minyak diesel dan 40% biodiesel, dihasilkan dari bahan baku seperti minyak kelapa sawit dan nabati lainnya. Pertamina Patra Niaga bekerja sama dengan para pemain industri untuk melakukan uji coba dan evaluasi penggunaan biosolar B40 pada berbagai jenis mesin diesel, memastikan kualitas dan kelayakannya.
“Seluruh proses kami melakukannya dengan ketat, dengan memastikan bahwa biosolar B40 mampu memenuhi standar kualitas yang dimeksikan. Kami juga bekerja sama dengan para penyedia mesin diesel untuk menguji kompatibilitasnya dan memberi edukasi kepada para pelaku industri mengenai penggunaan produk ini,” tambah Syahlan.
Harga dan Distribusi
Pertamina Patra Niaga memastikan harga biosolar B40 akan kompetitif dan dapat diaplikasikan secara masif oleh industri.
”Kami optimis ( ) dengan komposisi B40 ini, industri dapat merasakan manfaat berlipat ganda. Selain berkontribusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan, penggunaan biosolar B40 juga dapat mengoptimalkan kinerja mesin dan mengurangi biaya operasional,” untuj Syahlan
Untuk distribusi, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan jaringan pangkalan dan terminalnya untuk memastikan ketersediaan biosolar B40 bagi industri. Perusahaan juga berencana untuk menjalin kerjasama dengan berbagai distributor untuk memperluas jangkauan distribusi.
Peluncuran biosolar B40 diyakini menjadi tonggak penting dalam mendorong percepatan transisi energi di Indonesia. Pertamina Patra Niaga berharap inovasi ini dapat mendorong sektor industri untuk lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.